RADAR JOGJA – Setelah sebelumnya menggelar aksi #GejayanMemanggil pada 23 September lalu, Aliansi Rakyat Bergerak kembali turun ke jalan, Senin (30/9) ini. Berbeda dengan sebelumnya, ada dua tambahan tuntutan dari aksi sebelumnya.

Adapun Tuntutan Aksi #GejayanMemanggil 2 sebagai berikut:

  1. Menghentikan segala bentuk represi dan kriminalisasi terhadap gerakan rakyat.
  2. Menarik seluruh komponen militer serta mengusut tuntas pelanggaran HAM dan membuka demokrasi seluas-luasnya di Papua.
  3. Mendesak presiden menerbitkan Perppu terkait UU KPK.
  4. Mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).
  5. Menuntaskan pelanggaran HAM dan HAM berat serta mengadili penjahat-penjahatnya.
  6. Menolak RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, RUU Keamanan dan Ketahanan Siber, dan RUU Minerba.
  7. Mendesak presiden untuk menerbitkan Perppu terkait UU Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan.
  8. Merevisi pasal-pasal yang dianggap bermasalah dalam RKUHP serta meninjau ulang pasal-pasal tersebut dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat sipil.
  9. Mendesak pemerintah pusat untuk segera menanggulangi bencana dan menyelamatkan korban, menangkap dan mengadili pengusaha serta korporasi pembakar hutan, dan mencabut HGU serta menghentikan pemberian izin baru bagi perusahaan besar perkebunan.

Selain itu, yang juga berbeda dari aksi sebelumnya, rencananya akan ada panggung yang didirikan di beberapa lokasi di sepanjang jalan Affandi Gejayan.  Panggung 1 akan ada di Beringin Hartono, panggung 2 di Jembatan Merah, panggung 3 di depan Dixie, panggung 4 di depan Ciao Gelato, panggung 5 di pertigaan Colombo, dan panggung 6 di dekat toko cat Wa Wa Wa.

“Akan ada pertunjukan kreatif dan orasi yang dari kampus, seniman, dan orasi. Ada musik juga semoga besok demonya lebih menyenangkan,” ujar Juru Bicara Aliansi Rakyat Bergerak Nailendra kepada wartawan.

Pihaknya juga mengatakan, yang akan mengikuti GejayanMemanggil tidak hanya dari Jogjakarta. Namun juga datang dari luar DIJ, seperti dari Jawa Tengah. Mereka berasal dari sejumlah elemen masyarakat tidak hanya dari mahasiswa.

”Titik kumpulnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga,” jelasnya.  (riz/ila)

Jogja Raya