RADAR JOGJA – Gerakan masyarakat peduli kesehatan jiwa (Gelimas Jiwo) bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan pelatihan untuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Soboman, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul.

Keterampilan yang diajarkan kepada ODGJ, pelatihan MC, seni lukis, dan rebana serta hadroh, dan produksi telur asin. Pelatihan dengan tema “Program Daycare untuk Meningkatkan Kemampuan Sosial dan Produktivitas Orang dengan Skizofrenia di Paguyuban Gelimas Jiwo” ini, berlangsung Juli 2019.

Ketua Pengabdian Masyarakat UMY Shanti Wardaningsih SKp MKep SpJiwa PhD berharap pelatihan MC ini bisa meningkatkan kepercayaan diri untuk berkomunikasi di depan umum. Pasien diharapkan juga dapat meluapkan emosinya dan menenangkan jiwanya melalui seni lukis, dan rebana serta hadroh. Melalui pelatihan produksi telur asin, semoga dapat menghapus stigma bahwa ODGJ hanyalah menjadi beban keluarga. “Gelimas Jiwo ingin menunjukkan bahwa ODGJ bisa membantu ekonomi keluarga,” ujarnya didampingi Dr dr Warih Andan Puspitosari MSc SpKJ(K), di Kampus UMY, di Tamantirto, Bantul, Rabu (18/9).

Menurut Shanti, produktivitas ekonomi merupakan outcome yang diharapkan dalam pemulihan ODGJ. Mereka mengalami penurunan fungsi personal, sosial dan pekerjaan akibat gangguan yang dialaminya, sehingga menurunkan produktivitas dan kualitas hidupnya. “Pendampingan usaha yang dilakukan setelah ODGJ pulih dari gangguannya, akan membantu ODGJ agar produktif kembali,” ungkapnya.

Ketua Gelimas Jiwo Suniyati mengharapkan pasien mau membaur dan keluar dari rumah, sehingga membantu proses penyembuhan juga. Gelimas Jiwo, yang berdiri sejak 2011 di Ngestiharjo, saat ini membina 126 ODGJ. Di setiap dusun memiliki dua kader. “ODGJ yang telah dalam masa pemulihan tetap harus meminum obat secara teratur sambil terus didampingi oleh kader,” jelasnya didampingi Wakil Ketua 2 Gelimas Jiwo Erni Jamiah dan Care Giver Iswanti.(*/pra/tif)

Jogja Raya