JOGJA – PSIM Jogja berhasil meraih kemenangan tipis 2-1 saat menjamu Persiba Balikpapan Kamis  (22/8). Laga itu menjadi panggung bagi para pemain anyar. Para debutan yang baru bergabung memberi dampak hebat bagi tim berjuluk Laskar Mataram.

Kemenangan mendongkrak PSIM naik ke puncak klasemen sementara Liga 1 Grup Timur. Laskar Mataram sukses menggusur posisi Persis Solo dengan keunggulan dua poin.

KOLEKTIVITAS: Para pemain PSIM Jogja merayakan gol Saldi Amiruddin ke gawang Persiba Balikpapan dalam laga di Stadion Mandala Krida, Kamis (22/8). (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

Lima dari delapan debutan yang baru saja direkrut langsung dimainkan. Witan Sulaeman, Sutanto Tan, Hendra Wijaya, Syaiful Indra, dan Saldi Amiruddin menjadi starter.

Mereka tampil apik sepanjang babak pertama. Kehadiran mereka membuat PSIM lebih dominan.

Bahkan, Syaiful dan Saldi menorehkan debut hebat. Mereka berhasil mencetak gol di laga pertama berkostum Laskar Mataram.

“Secara umum mereka tampil oke. Apalagi, dua pemain baru langsung cetak gol,” ujar pelatih PSIM Aji Santoso dalam jumpa pers selepas laga.

Saldi unjuk gigi terlebih dahulu. Laga baru berjalan lima menit, eks pemain PSM Makassar itu mampu membawa PSIM unggul atas Persiba. Tandukan Saldi tak mampu dihentikan oleh kiper Persiba Ferdiansyah.

Giliran Syaiful beraksi. Ketika laga memasuki menit ke-19, dia kembali membuat Stadion Mandala Krida bergemuruh. Eks pemain Semen Padang itu sukses mencetak gol indah lewat tendangan bebas yang indah.

Unggul dua gol dalam tempo kurang dari 20 menit membuat Laskar Mataram agak lengah. Diterapkan strategi lebih bertahan.

Hal itu mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Persiba. Pada menit ke-27, Taufik Kasrun mampu mencetak gol bagi Beruang Madu. Gol tercipta usai terjadi kemelut di depan gawang PSIM. Skor 2-1 untuk keunggulan tuan rumah tak berubah hingga babak pertama usai.

Aji menyatakan, para pemain baru yang diberi kesempatan untuk bermain saat menjamu Persiba tampil cukup baik. Namun, dia tak menyangkal bahwa para pemain anyar itu masih butuh lebih banyak waktu untuk adaptasi.

PSIM mencoba tampil menyerang memasuki babak kedua. Kubu Persiba juga bermain kian agresif.

Pertahanan PSIM terus digempur. Mereka mencoba sekuat tenaga untuk mendapatkan gol penyeimbang.

Mendapat serangan dari berbagai sisi lapangan, PSIM memperkuat benteng pertahanan. Hisyam Tolle dan pemain bertahan lainnya selalu berhasil menghalau serbuan lawan.

Bahkan, sekitar sepuluh menit terakhir pertandingan, Beruang Madu mendapatkan dua peluang emas. Beruntung bagi PSIM, peluang-peluang itu tak bisa diteruskan menjadi gol.

Pilar PSIM Aditya Putra Dewa sangat bersyukur timnya bisa meraih kemenangan atas Persiba. Kemenangan ini penting untuk terus menjaga motivasi para penggawa Laskar Mataram. “Semoga kami nanti bisa menyapu bersih poin di putaran kedua ini,” tegasnya.

Persiba tak didampingi sang pelatih Satia Bagdja. Eks pelatih tim nasional wanita Indonesia itu tidak berdiri di tepi lapangan lantaran ada anggota keluarganya yang sakit.

Posisinya digantikan Jarot Supriyadi, yang menjabat pelatih kiper. Jarot menyebut, Persiba sangat tidak beruntung di laga kontra PSIM ini. “Secara skema kami sudah bermain dengan sangat baik. Terutama di babak kedua,” tegasnya. (cr12/amd/din/fj)

Jogja Raya