JOGJA – Rencana pemprov menerapkan konsep pedestrian Malioboro bukan tanpa kendala. Segudang pekerjaan rumah menanti pemprov untuk menunjang kebijakan yang akan diterapkan setiap Selasa Wage itu. Yang paling mencolok adalah menyediakan sarana infrastruktur, seperti kantong-kantong parkir yang memadai. Lantaran kondisi kantong parkir yang telah tersedia saja kurang perawatan.

Taman Parkir Abu Bakar Ali (ABA), contohnya. Kondisi taman parkir yang disediakan bagi pengunjung di Malioboro itu banyak mengalami perubahan. Atapnya banyak yang bocor. Tak jarang muncul genangan air saat musim penghujan di dalam taman parkir.

Yudi, juru parkir ABA lantai satu mengungkapkan, minimnya lampu penerangan kian membuat taman parkir yang dibangun pada 2015 itu. Kendati begitu, Yudi menggaransi bahwa keamanan di taman parkir ABA aman.

”Banyak CCTV (circuit closed television). Pedagang dan pengamen juga tidak boleh masuk bus,” jelas Yudi di Taman Parkir ABA Jumat (14/6).

Iskandar, juru parkir Taman Parkir ABA lantai dua dan tiga, mengungkapkan hal senada. Dia meyakini penerapan konsep pedestrian kawasan Malioboro bakal berdampak pada penumpukan kendaraan di sekitar kawasan Malioboro. Dengan begitu, kebijakan ini juga harus disertai dengan mensterilkan berbagai jalan di sirip Malioboro.

”Parkir yang ada di sirip-sirip ditiadakan. Aparat harus lebih tegas lagi untuk mengatasi hal ini. Agar semua bisa parkir di Abu Bakar Ali,” saran pria 59 tahun ini.

Kapolresta Jogja Kombes Pol Armaini sebelumnya juga menyindir. Dia mengingatkan, kebijakan ini tidak cukup dengan menutup jalan. Kelancaran arus lalu lintas di sekitar Malioboro saat penerapan konsep pedestrian bisa terwujud jika ditunjang beberapa faktor. Yang paling utama adalah ketersediaan akses jalan dan kantong parkir yang memadai.

”Kami punya rekayasa lalu lintas, tapi sejauh apa bisa menunjang. Karena kuncinya memang infrakstrukturnya,” tegasnya.

Karena itu, perwira menengah dengan tiga melati di pundak ini meminta penerapan konsep ini harus benar-benar matang. Mengingat, kawasan Malioboro merupakan magnet bagi wisatawan.

”Kalau cuma (parkir) sepeda motor bisa lah diselip-selipin, tapi kalau mobil dan bus bagaimana?” ingatnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengaku belum mengetahui persis gambaran penerapan konsep pedestrian. Pun dengan kesiapan sarana infrastruktur penunjangnya. Namun, Agus memastikan dishub siap mem-back up kebijakan pemprov itu.

”Baru bisa merumuskan setelah uji coba. Jadi, kelihatan potretnya seperti apa,” ujarnya.

Ketika disinggung mengenai kapasitas kantong parkir di sekitar Malioboro, Agus menyebut, Taman Parkir ABA mampu menampung 2.800 sepeda motor, 35 mobil dan 18 unit bus. Sedangkan kantong parkir di Jalan Beskalan berkapasitas 150 sepeda motor dan 20 unit mobil.

Seperti diberitakan, pemprov berencana menerapkan konsep pedestrian kawasan Malioboro. Kebijakan ini bakal diuji coba selama tiga hari. Yakni, 18-20 Juni. Ke depan, pemprov bakal menerapkannya setiap Selasa Wage. (cr8/dwi/zam/rg)

Jogja Raya