JOGJA  – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro mengklaim angkutan lebaran moda kereta api paling efektif. Selain meningkatnya jumlah penumpang juga optimalnya operasional. Data per 9 Juni volume penumpang di Daop 6 mencapai 437.968. Perbandingan tahun sebelumnya mencapai 396.626 penumpang.

Peningkatan bahkan melebihi target awal penjualan tiket. Dimana pada masa angkutan lebaran 2019 menargetkan 417 ribu penumpang. Faktor pendukung adanya penambahan masa angkutan lebaran. Khususnya tujuan Purwosari Solo menuju Pasar Senen Jakarta hingga 16 Juni.

“Kalau dari target 2019 ada capaian mencapai 105 persen. Kalau dibandingkan capaian tahun sebelumnya  di hari yang sama mencapai 110 persen. Pantauan di daop 6, setidaknya rata-rata 38 ribu penumpang naik maupun turun perharinya,” jelasnya ditemui di Loko Café Stasiun Tugu, Senin (10/6).

Menurut dia, peningkatan ini menjadi indikasi bahwa moda transportasi kereta terus diminati. Hal itu juga jadi cambukan jajarannya untuk meningkatkan kualitas. Salah satunya adalah penunjang keselamatan dan keamanan selama perjalanan.

Edi mengakui pihaknya terus melakukan penataan. Di antaranya pintu perlintasan di seluruh rute. Dia mencontohkan adanya 290 pintu perlintasan tak berpalang di wilayah Daop 6. “Pintu perlintasan di Daop 6 ada 415 perlintasan, sementara 290 diantaranya tidak berpalang,” ungkapnya.

Antisipasi anjlok juga berlangsung selama libur lebaran. Dua kawasan terbilang rawan diantaranya rute Karanganyar dan arah Kulonprogo. Edi menuturkan kereta harus melaju dengan kecepatan terbatas. Tujuannya untuk menghindari anjlokan perlintasan. “Kalau anjlokan ada di lintas selatan, tapi masih bisa dilintasi. Alhamdulilah selama libur lebaran ini tidak ada laporan maupun kejadian,” ujarnya.

Edi juga tengah menyiapkan program peremajaan. Setidaknya 438 kereta baru telah disiapkan. Targetnya adalah mengganti kereta yang beroperasi selama 30 tahun. Baik untuk kereta jarak pendek maupun kereta jarah jauh. “Penambahan KA sudah pasti, mengingat usia operasional. Semakin baik kualitas maka minat terhadap transportasi missal ini juga meningkat,” katanya.

Executive Vice President (EVP) PT. KAI Daop 6 Eko Purwanto mengungkapkan peningkatan tidak hanya penumpang. Program angkutan motor gratis (motis) arus balik mendapat respon positif. Hari pertama pemberangkatan (9/6), rute Surabaya Jakarta mengangkut 249 motor.

“Hari yang sama untuk rute sebaliknya (Jakarta Surabaya) mengangkut 109 motor. Senin kemarin, rute Surabaya Jakarta mengangkut 208 motor. Rute sebaliknya 103 motor. Total tahun ini 1.000-an kendaraan, kalau tahun lalu kisaran 700an motor,” jelasnya. (dwi/pra/fj)

Jogja Raya