JOGJA – Kebutuhan darah untuk stok PMI Kota jogja rata-rata dalam sebulan berkisar sekitar 3.000 hingga 4.000 kantong. Dengan jumlah tersebut dapat dikatakan stok darah aman, meski selalu ada lonjakan permintaan untuk kebutuhan arus mudik dari rumah sakit di sekitar Jogja.

”Dalam satu hari kebutuhan akan rumah sakit yang kami layani berkisar anatar 100 hingg 150 kantong darah dan terkadang lebih bila terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan atau operasi mendadak,” ujar Kepala Pencarian dan Pelestarian Donor Darah Sukarela PMI Kota Jogja  Nur Edi Hidayat belum lama ini.

Menurutnya, untuk mencukup stok darah ini pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan mengadakan donor darah saat Ramadan. Tidak ada larangan atau kendala apapun untuk warga yang ingin mendonorkan darahnya pada bulan puasa. Hanya, pendonor harus dalam keadaan sehat, tingkat Hemoglobin harus mencapai 12,5 hingga 17, terbebas penyakit seperti HIV, Hepatitis B dan Sipilis.

”Donor darah pada bulan puasa boleh saja, baik siang ataupun malam hari dan bahkan ada para donatur darah kami mendonor pada pagi hari di bulan puasa. Yang terpenting adalah donor darah pada bulan Ramadan, tidak membatalkan puasa,” tuturnya. (sky/ila)

Jogja Raya