JOGJA – Hasil rekapitulasi suara Pileg 2019 tingkat DIJ, menempatkan PDIP, PAN, Partai Gerindra dan PKS sebagai parpol peraih suara terbanyak ketiga. Mereka kini sudah mengincar posisi pimpinan DPRD sekaligus alat kelengkapan (Alkap) lainnya.

Seperti Partai Gerinda, dengan tujuh kursi. Berhak menempatkan kadernya sebagai wakil ketua DPRD DIJ. Sekretaris DPD Partai Gerindra DIJ Dharma Setiawan mengatakan, dari tujuh caleg terpilih di DPRD DIJ, peluang mengerucut pada tiga nama. Mereka adalah Anton Prabu Semendawai, RM Sinarbiyat Nujanat dan Danang Wahyu Broto. “Tiga nama itu karena secara jabatan struktural partai mereka yang paling tinggi di antara yang terpilih,” kata Dharma, Selasa (14/5).

Menurut dia, di Partai Gerindra jabatan ketua, sekretaris dan bendahara paling berpeluang dicalonkan. Dharma sendiri, sebagai sekretaris DPD Partai Gerindra DIJ, gagal kembali terpilih menjadi legislator di DPRD Malioboro dari dapil Sleman selatan. Perolehan suara wakil ketua DPRD DIJ periode 2014-2019 itu kalah dibandingkan Anton, yang notabene merupakan ketua DPC Partai Gerindra Kota Jogja. Sedang Sinarbiyat, yang terpilih dari dapil Kota Jogja dan Danang dari dapil Bantul barat, adalah wakil ketua DPD Partai Gerindra DIJ. “Sinarbiyat dan Danang memang struktural di DPD, tapi wakil ketua, setara dengan Anton, ketua DPC,” ungkapnya.

Faktor lain yang menjadi perhitungan, lanjut Dharma, perjuangannya menjadi legislator. Dia mencontohkan Anton, yang pindah ke dapil Sleman selatan dengan alasan untuk memperkuat suara Partai Gerindra. Dia rela meninggalkan dapil Kota Jogja ke dapil, yang dikenal dapil neraka karena banyak tokoh DIJ yang bertarung di sana. “Anton mau keluar dari comfort zone, demi kepentingan partai. Kompetisi yang fair, hasilnya suara Anton lebih tinggi dari saya,” ungkapnya.

Begitupula Sinarbiyat yang meski gagal terpilih pada 2014 tidak nglokro dan tetap aktif bekerja untuk partai. Juga Danang Wahyu Broto, yang pada pemilu 2014 hingga 2019 ini rela dipindah dari dapil Kota Jogja ke Bantul barat dan berhasil.

Meskipun begitu, Dharma akan memberikan kesempatan pada semua caleg terpilih. Itu karena yang menentukan siapa yang menjadi wakil ketua DPRD maupun ketua Fraksi di tangan ketua dewan pembina DPP Partai Gerindra. Berdasarkan usulan dan rekomendasi dari DPD. “Semua yang terpilih akan kami panggil, kami lakukan fit and proper test, penyampaian visi misi. Siapa yang paling kental ke-Gerindra-nya, hingga kepemimpinan yang cocok di DPRD,” jelasnya.

Hasilnya akan ditentukan siapa yang direkomendasikan ke DPP menjadi wakil ketua DPRD maupun ketua fraksi. Menurut Dharma, posisi ketua fraksi juga sama pentingnya karena merupakan kepanjangan dari partai. Tak hanya itu, Partai Gerindra juga sudah mengincar satu kursi ketua komisi di DPRD DIJ.

Bagaimana dengan PKS yang juga berpeluang mendudukan anggotanya sebagai pimpinan DPRD DIJ? Sekretaris DPW PKS DIJ Dwi Budi Utomo mengaku partainya belum membahasnya. “Belum kami bahas,” kilah caleg terpilih DPRD DIJ itu.

Sebelumnya PDIP sebagai peraih kursi terbanyak di DPRD DIJ disebut akan mencalonkan Yuni Satia Rahayu sebagai ketua DPRD DIJ. Sedang PAN sebagai pemenang pemilu kedua setelah PDIP tingkat DIJ akan mengajukan nama Hanum Salsabiela Rais. (pra/er)

Jogja Raya