JOGJA – Gelaran kompetisi basket putri nasional Srikandi Cup musim ini berjalan sengit. Mengenai peta kekuatan, musim 2019 yang memasuki playoffs dijamin lebih kompetitif. Selain tidak adanya Surabaya Fever sebagai tim kuat, semua tim juga pernah mengalami kekalahan.

“Surabaya Fever dulu tak terkalahkan beberapa musim. Sekarang Surabaya Fever absen. Sementara tim kuat Merpati di Bali, juga kalah. Jadi sangat tidak tertebak,” kata Ketua Koordinator Srikandi Cup Deddy Setiawan, kepada wartawan, Minggu (21/4).

Ketatnya persaingan Playoffs juga menjadi catatan penting bagi semua tim. Seperti diungkapkan oleh kapten tim Tenaga Baru Pontianak, Fanny Kalumata. Meski diakuinya babak playoffs tidak mudah, namun ia berjanji akan berjuang ekstra keras demi meraih kemenangan di setiap pertandingan yang akan mereka mainkan.

“Tenaga Baru Pontianak optimistis buat ambil kesempatan di setiap game yang akan kita hadapi. Karena dengan persiapan sekarang yang lebih baik dan lengkap, harusnya kami lebih bagus lagi dari seri-seri sebelumnya,” komentar Fanny.

Menurut Fanny, dua tim yang berpeluang besar berbicara banyak di musim ini adalah Merpati Bali dan Sahabat Semarang. Namun fokus terbesarnya saat ini adalah mengamankan posisi timnya agar bisa lolos ke babak semifinal.

Di sisi lain, Kapten Merpati Bali Helena Tumbelaka, tidak ingin larut dalam euforia yang berlebihan meskipun diunggulkan. Menurutnya, nuansa playoffs tidak sama dengan seri reguler, setiap tim pasti akan mawas diri dalam melakoni seri yang sangat krusial ini.

UN”Sudah pasti Playoffs berbeda. Opini yang mengatakan kami akan menjadi menjadi juara, mungkin karena musim lalu kita peringkat dua dan musim ini Surabaya Fever absen. Kita tidak terbebani, justru merasa tertantang. Tapi syaratnya kita harus membuktikan itu di pertandingan,” ungkap pemain bernomor punggung 57 tersebut. (riz)

Jogja Raya