JOGJA – Risiko kerja bisa terjadi pada siapa saja. Termasuk pada pedagang di pasar, maupun pelaku industri kecil dan menengah. Mereka kini juga akan dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jogja Ainul Khalid mengakui belum seluruhnya pekerja baik formal maupun non formal mengikuti program perlindungan ketenagakerjaan. Meskipun wajib, tapi masih banyak pekerja yang masih enggan mengikuti program tersebut karena berbagai alasan.

“Memang masih ada yang belum paham, tapi ada pula yang keberatan meninggalkan waktu berdagang untuk membayar BPJS,” kata Ainul di sela sosialisasi dan komitmen bersama pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan dengan Disperindag se-DIY, Senin (15/4).

Untuk alasan pertama, BPJS Ketenagakerjaan lantas menggandeng Disperindag kabupaten dan kota di DIJ. Tujuannya untuk turut melakukan sosialiasasi dan pekerjanya untuk ikut program perlindungan ketenagakerjaan. “Untuk keengganan pedagang meninggalkan dagangannya, kami akan optimalkan peran Perisai (Penggerak Jaminan Sosial Nasional) di pasar-pasar tradisional,” katanya.

Sebagai contoh, Ainul menyebut di wilayah Kulonprogo. Di wilayah paling Barat DIJ itu, tercatat setidaknya 7.000 lebih PKL, 16.000 pelaku UKM dan 9.000 pekerja nonformal yang berada di bawah naungan Disperindag Kulonprogo. “Minimal mereka bisa ikut dua program (jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja). Banyak pedagang yang belum paham soal pentingnya proteksi ketenagakerjaan,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Disperindag Kulonprogo Eko Wisnu Wardhana mengatakan Pemkab berkewajiban melindungi warga terutama unsur pekerja. Baik sektor formal maupun informal. Siapapun warga Kulonprogo, katanya, harus bisa terlindungi saat bekerja. “Pedagang itu juga pekerja, kalau punya tenaga kerja, kami berharap agar mereka semua ikut program perlindungan ketenagakerjaan,” katanya.

Terkait pembayaran iuran, Eko mengatakan jika biaya pembayaran iuran dilakukan secara mandiri oleh para pekerja dan penerima kerja. Alasannya, kemampuan kas daerah tidak mencukupi untuk membayar membayar iuran. Dia berharap Jadi, katanya perlu dibangun pemahaman untuk terkait program proteksi ini. “Butuh pengertian pada pedagang supaya turut mau ikut dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya. (cr8/pra/mg1)

Jogja Raya