JOGJA – Keluarga Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (KM UII) menyatakan sikap atas dua tahun magkraknya penegakan hukum atas Novel Baswedan. Salah satunya mendesak Presiden Joko Widodo mengeluarkan surat keputusan tentang pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen.

Ketua Dewan Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (DPM UII) Nizar Suryo Isadono mendesak Polri untuk segera mengungkap hasil penyelidikan tim pencari fakta terkait dengan pelaku beserta motif tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap Novel Baswedan secara efektif dan efisien.

“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk menegakkan keadilan terhadap kasus kekerasan yang dilakukan kepada Novel Baswedan secara tuntas dan transparan,” ujarnya saat aksi unjuk rasa damai dari Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (LEM UII) dalam rangka memperingati dua tahun kasus Novel Baswedan yang diikuti 250 peserta, di Titik Nol Kilometer, Jumat (12/4).

Ketua Umum LEM UII Ikhwan Ardianto Putra mengutuk keras segala teror terhadap penegak hukum khususnya teror terhadap KPK bentuk apapun.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk turut serta mengawasi penegakkan hukum atas kasus kekerasan yang dilakukan terhadap Novel Baswedan, dan mengawasi penegakkan hukum dan HAM di Indonesia lainnya,” tegasnya. (a11/pra/mg1)

Jogja Raya