JOGJA – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Pengmas UMY) yang terdiri atas Dr Ir Widodo MP, Ir Pujastuti S Dyah MM, dan Zuhud Rozaki PhD, menginisiasi pelatihan dan pendampingan santri Pondok Pesantren Asy-Syifa’ Muhammadiyah Bantul untuk bisa mengolah lele menjadi bakso, Minggu (24 /3). Ponpes ini memiliki kolam lele yang dibangun untuk membantu ekonomi pondok dan melatih santri untuk berwirausaha.

Ketua Tim Pengmas UMY Pujastuti S Dyah menjelaskan, penjualan lele dalam wujud goreng atau bakar adalah hal biasa. Dengan diolah menjadi bakso, diharapkan bisa meningkatkan nilai jual lele. Ini sekaligus melatih santri untuk berwirausaha.

“Setelah lulus santri harus bisa mandiri, baik melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi atau bekerja. Tuntutan dunia kerja yang semakin tinggi membuat keterampilan dari lulusan pendidikan pondok pesantren harus lebih terlatih. Selain bisa menjadi bekal untuk masuk dunia kerja, keterampilan juga bisa menunjang hidup santri pasca lulus,” paparnya.

Menurut Pujastuti, Ponpes Asy Syifa’ Muhammadiyah Bantul memiliki kelebihan dalam membantu santri yang kurang mampu, sehingga menjadi tempat menimba ilmu yang layak jadi perhatian dalam pengembangan institusi pendidikan. “Kurikulum yang disampaikan berbasis agama tanpa mengesampingkan pendidikan formal untuk jenjang madrasah tsanawiyah dan madrasah aliyah,” tambahnya. (*/a11/laz/mg1)

Jogja Raya