JOGJA – Solomon Darren Wang siap mewakili Kabupaten Bantul di kompetisi renang dalam olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) tingkat SD se-DIJ. Itu setelah dirinya menjadi perenang terbaik dalam O2SN tingkat Kabupaten Bantul.

Siswa SD Mutiara Persada itu menjadi yang terbaik setelah meraih empat emas. Yaitu di nomor 50 meter kupu, 50 meter punggung, 50 meter bebas dan 100 meter bebas. “Targetnya dapat berbicara di O2SN nasional tahun depan. Tahun ini belum siap dikarenakan jadwal yang padat sehingga kurang latihan,” ujar orangtua Darren, Budhi Susilo, Selasa (26/3).

Mereka baru saja mengunjungi Zhen Jing Lung Sport School di kota Hangzhou. Itu merupakan sekolah kelahiran atlet-atlet Olimpiade dari Tiongkok. Seperti Sun Yang, Ye Shi wen dan Wu Peng.

Pria yang akrab disapa Cuncun itu menilai, saat ini banyak atlet yang hilang hanya sampai pada level juara daerah atau pelajar saja. Padahal masih banyak lomba-lomba bergengsi seperti Sea Games, Asian Games World Champ, dan Olimpiade. “Ke depan kami sebagai orangtua akan mendukung dan totalitas sehingga Darren memang perlu berlatih dan sekolah di luar negeri untuk meningkatkan kemampuannya seperti Joseph Schooling,” ujarnya menyebut juara Olimpiade asal Singapura.

Diakui pemilik Toko Subur di Malioboro ini, menjadi atlet memerlukan kedisipilinan terutama keseimbangan antara prestasi belajar, istirahat dan asupan gizi. Siswa kelas 4 SD Mutiara Persada di kelas internasional ini lebih percaya diri ketika mengikuti turnamen di luar negeri dengan kemampuan bahasa Inggrisnya. “Kami bersyukur karena pihak sekolah SD Mutiara Persada ini mendukung prestasi non formalnya, misalnya mendapat izin pulang lebih pagi supaya dapat beristirahat sebelum sore berlatih serta sekolah menyediakan fasilitas kolam sekolah untuk berlatih pada sore hari,” ungkapnya.

“Kami tidak mau anak kami kurang tidur sehingga badannya pendek, mengingat jadual sekolah yang cukup panjang, lagipula tidak semua orang sukses dengan jalur formal,” lanjutnya. (*/pra/mg1)

Jogja Raya