JOGJA – Warga Cokrodiningratan Jetis Jogja akan mendapatkan empat dokumen sekaligus saat mengurus proses kelahiran atau tiga dokumen sekaligus saat mengurus kematian. Itu sesuai program percepatan pelayanan akta kematian, KK dan KTP atau Pramu Nawolo Loyo.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Purwadi mengatakan, Pramu Nawolo Loyo tersebut sebenarnya sudah menjadi kebijakkan Pemkot Jogja. Hanya pelaksanaannya setiap kelurahan berbeda. Saat ini kelurahan Cokrodiningratan yang paling siap melaksanakan.

“Ini hanya simbolisasi kebijakkan Pemkot Jogja untuk meberikan empat dokumen kependudukan pada saat

kelahiran dan tiga dokumen saat kematian harus dijalankan,” tuturnya di sela launching Pramu Nawolo Loyo dan penyerahan 1.000 akta kelahiran di SMA Bhineka pada Minggu (24/3).

Prosesnya Kader Masyarakat Tertib Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (Dermatib GISA) akan memproses berkas yang dibutuhkan. Baik untuk setiap kelahiran maupun kematian. Kemudian akan diurus ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kota Jogja. Dalam waktu sekitra 1,5 jam, diharapkan dokumen sudah jadi.

Kepala Dindukcapil Kota JogjaSisruwardi menambahkan saat ini kesadaran masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan masih kurang. Itu terlihat dengan masih banyaknya masyarakat yang baru akan mengurus dokumen kependudukan apabila dokumen tersebut diperlukan. Sebelum memerlukan mereka tidak mengurus dokumen kependudukannya.

Mantan Camat Jetis itu mencontohkan, untuk anak-anak yang baru lahir harus segera mengurus nomor induk kependudukan sebagai pengakuan negara. “Kemudian akte kelahiran kemudian KK kemudian kartu identitas anak,” papar Sisuwadi.

Diaukunya kendala yang dihadapi adalah beberapa warga belum sadar tentang pentingnya data kependudukan. Karena itu akan terus dilakukan sosialisasi. Termasuk dengan kemudahan pelayanan ke masyarakat, seperti yang dilayani di kelurahan Cokrodiningratan. “Diharapkan untuk semua warga paham pentingnya dokumen, seperti akta kelahiran tidak hanya anak saja tetapi orangtua juga,” tuturnya.(cr8/pra/mg1)

Jogja Raya