JOGJA – Setiap Jumat adalah waktunya bagi anggota pengendalian massa (Dalmas) untuk turun langsung ke masyarakat. Mereka melaksanakan Jumpaling atau Jumat Patroli Keliling. Kegiatan ini merupakan penjabaran program Kapolri dan juga merupakan aplikasi kebijakan Kapolda DIJ yaitu, Jumat Barokah. “Jadi yang kami lakukan pada tingkat samapta ini selain menjalankan fungsi preventif juga ada kegiatan sosial. Jumpaling inilah wujudnya,” kata Dirsabhara Polda DIJ Kombes Pol Faried Zulkarnain Rabu (6/3).

Sesuai dengan namanya, Jumpaling ini dilaksanakan setiap hari Jumat. Sasarannya adalah masyarakat lapisan bawah. Yang aksesnya sulit terjangkau.Wujud kegiatannya adalah berupa bakti sosial. Faried menjelaskan, para anggota dalam kegiatan Jumpaling membantu masyarakat untuk membersihkan tempat ibadah. Contohnya, membersihkan masjid mulai dari menyapu, mencabut rumput hingga mengepel.

“Nah biasanya nanti diakhiri dengan sholat jumat bersama masyarakat. Anggota kami juga ada yang menjadi khatib dalam salat Jumat itu,” sambungnya.
Bukan hanya membantu merawat tempat ibadah, lanjutnya, para anggota juga turut memberikan pesan kamtibmas. Terutama saat ini juga telah masuk musim kampanye, sehingga pesan ketertiban mutlak disampaikan untuk meminimalisasi gesekan. “Setelah jumatan biasanya para anggota menyampaikan cindera mata seperti sarung, sandal, atau sajadah ke takmir masjid,” jelasnya.

Selain itu, Faried menjelaskan Jumpaling juga sebagai upaya untuk meminimalisasi kejahatan yang ada di masyarakat. “Kan kalau di masyarakat desa itu biasanya banyak tindak pencurian ternak, nah kami sampaikan juga bagaimana cara mengantisipasinya,” jelasnya.

Sementara ini, kegiatan Jumpaling baru berlangsung di Kabupaten Sleman. Dalam jangka panjang kegiatan Jumpaling itu akan dikembangkan dengan patroli jarak jauh. Apalagi di desa yang jarang tersentuh oleh polsek-polsek. “Sekaligus patroli juga memberikan bantuan kepada masyarakat berupa sembako. Jadi langsung sampai ke masyarakat,” jelasnya. (har/pra/mg4)

Jogja Raya