Hamam Mustaqim Anggota Komisi D DPRD DIY

Anggota Komisi D DPRD DIY Hamam Mustaqim mengatakan, pergeseran pola konsumsi masyarakat memengaruhi arah dunia usaha. Contohnya, taksi online. Dewasa ini tumbuh pesat menghajar habis perusahan moda angkutan konvensional.

Perubahan yang demikian cepat itu harus diantisipasi. Khususnya generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa. Mereka harus siap menghadapi setiap perubahan dan pergeseran. Terkait itu, Hamam menilai pelatihan Socioentrepreneur yang diinisiasi Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY merupakan upaya tepat mengantisipasi pergeseran dunia usaha tersebut.

“Semua angkutan jasa konvensional seperti taxi ikut menjadi anggota taksi online. Kondisi semacam itu akan dihadapi kalian. Maka siapkan antisipasi sejak dini,” imbau Hamam yang dua kali menjadi narasumber dalam pelatihan Socioentrepreneur di Kulonprogo.

Sedangkan Kepala BPO Disdikpora DIY Edy Wahyudi mengatakan, generasi muda harus menghadapi pergeseran pola konsumsi masyarakat. “Dari sistem konvensional ke e-commerce atau online (daring),” ujar Edy.

Dikatakan, orang tua dan guru harus pandai mencermati bakat anak. Menjadi pengusaha jelas lebih baik dibandingkan berburu pekerjaan yang menghabiskan waktu.

” Orang tua juga jangan memaksakan kehendak kepada anak. Kita tidak bisa memaksakan burung berenang dan ikan untuk terbang,” ujarnya memberikan ilustrasi.

Banyak yang mendapatkan kemudahan dari prestasi olahraga. Syaratnya harus memiliki bakat dan karakter kuat. Mereka tidak perlu bersaing menembus tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang tahun ini diikuti sekitar 36 ribu pendaftar. Hanya sebanyak 5 persen yang diterima.

Edy mengambil contoh Fitrianing. Atlet panjat dinding asal DIY ini sukses meraih medali emas di Asian Games. Prestasi itu membuatnya mudah dan ringan memilih sekolah. Berkat prestasi meraih emas Pekan Olahraga Nasional (PON), dia diterima masuk UGM melalui jalur prestasi olahraga. Lulus S1, ikut Sea Games dan mendapat beasiswa S2 di Malaysia.

”Tidak habis di situ, kemarin mendapat emas Asian Games. Fitrianing mulus diterima sebagai CPNS. Tanpa harus ikut seleksi. Dia bisa menemukan passion menjadi atlet panjat dinding,” terang birokrat asal Seyegan, Sleman ini. (tom/kus/fn)

Jogja Raya