JOGJA – Memiliki keterbatasan bukan berarti para penyandang disabilitas tidak bisa berkreasi. Itu mereka tunjukkan dalam kegiatan Gelar Seni Tunagrahita (Genta) 2018 dengan tema Gemilang Bintang Tunagrahita diselenggarakan di Taman Pintar, Selasa (4/12).

Ratusan anak berkebutuhan khusus (ABK) dari berbagai daerah DIJ unjuk kebolehan. Tujuannya, salah satunya untuk menyadarkan masyarakat jika ABK juga memiliki kemampuan.

“Mampu menghasilkan karya seperti yang lain dan tidak ada diskriminasi bagi anak tunagrahita,” kata Ketua panitia Genta 2018 Wisnu Satria Ghautama.

Menurut dia dengan adanya Genta 2018, masyarakat diharapkan mampu melihat bahwa tidak semua anak dengan keterbelakangan mental tidak bisa diberdayakan. Lewat latihan dan pengarahan yang lebih dari guru maupun orang tua. “Anak tunagrahita mampu berprestasi di bidang akademik maupun non akademik selayaknya anak normal,” paparnya.

Pada Genta 2018 ini berbagai kebolehan ditampilkan oleh ratusan ABK. Mulai dari tari klasik, menyanyi, pertunjukan musik, dan pantomim. Prestasi ABK juga ditampilkan, mulai dari pencapaian dalam bidang olahraga, kesenian, serta kriya. Wisnu mengaku, acara ini bertujuan untuk memasyarakatkan anak tunagrahita, tuna netra, dan disabilitas lainnya mampu berprestasi dan berkarya.

Apresiasi disampaikan oleh Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi. Menurut dia dengan keterbatasan ternyata ABK bisa menunjukan potensi dalam bidang seni. “Yang perlu kita berikan adalah kesempatan mereka menampilkan potensi mereka,” ujarnya.

Salah satu yang didorong Pemkot Jogja, lanjut HP, adalah segera disahkannya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyandang Disabilitas. Jika disahkan, Kota Jogja akan menjadi daerah ke-17 yang memiliki Perda Penyandang Disabilitas. “Status kota Jogja sebagai kota inklusi akan terus diperkuat,” tuturnya.

Sebelum ujuk kebolehan, ratusan pelajar penyandang disabilitas melakukan karnaval dari kompleks Kepatihan menuju Taman Pintar. Mereka dilepas oleh Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X. Saat sampai di Taman Pintar mereka disambut GKR Hemas serta GKBRAy Paku Alam X. (cr7/pra/fn)

Jogja Raya