Anggota Komisi D DPRD DIY Nurjanah mendorong masyarakat bersikap proaktif. Terutama dalam merespons program dan kegiatan yang digulirkan Pemda DIY dalam rangka pemberdayaan warga.

“Banyak hal yang bisa diakses dan dimanfaatkan warga. Pemda DIY banyak memberikan fasilitasi,” kata Nurjanah saat berbicara dalam Pelatihan Socioentrepreneur di Balai Jogoyudan, Jetis, Yogyakarta Kamis (22/11).

Fasilitasi yang disediakan pemerintah itu di antaranya pelatihan Socioentrepreneur. Tujuan dari pelatihan ini adalah merangsang minat anak muda menjadi pengusaha. Pelatihan itu diinisiasi Balai Pemuda dan Olaharaga (BPO) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY.

“Kami di Komisi D memberikan dukungan penuh,” tegasnya.

Kegiatan itu sengaja digulirkan karena pemerintah menyadari jumlah pencari kerja tidak sebanding dengan lapangan kerja. “Karena itulah dibutuhkan kreativitas agar anak muda tertarik menjadi wirausaha,” katanya. Untuk menyemangati anak muda itu, narasumber yang dihadirkan adalah para praktisi di dunia usaha. Khususnya anak-anak muda yang berhasil merintis usaha sebagai wirausaha muda.

Karena itu, Nurjanah merasa senang jika masyarakat di Jogoyudan bisa memanfaatkan kegiatan itu dengan baik. Mereka diharapkan bisa belajar sekaligus bertukar pengalaman dengan para narasumber.

Suyamto dari BPO Disdikpora DIY mengatakan, dengan pelatihan Socioentrepreneur itu diharapkan dapat membangun semangat berwirausaha di kalangan anak muda. Mereka harus memulai berpikir menciptakan peluang kerja.

“Sudah saatnya bukan mencari kerja. Jadilah pengusaha bukan lagi pekerja,” ajaknya. Menjadi pengusaha berarti membuka lapangan kerja. Muaranya bisa mengurangi pengangguran. (cr6/kus/mg3)

Jogja Raya