JOGJA-Memperingati hari Pahlawan, DPRD DIJ menggelar pertunjukan seni tradisi wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Wahyu Makutha Romo bersama dalang Ki Seno Nugroho.

Ketua Komisi A DPRD DIJ dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto menegaskan melalui pagelaran wayang semalam suntuk ini ada harapan bersama untuk meneladani dan menggali lagi jiwa kebangsaan.

“Kita memiliki tanggung jawab besar, menjaga dan merawat NKRI. Seni tradisi sengaja dihadirkan untuk memperingati hari Pahlawan. Pahlawan adalah sosok yang punya keikhlasan, kerelaan untuk mengedepankan kepentingan bangsa,” kata Eko Suwanto, anggota Fraksi PDI Perjuangan DIJ dapil Kota Jogyakarta.

Di dalam kesempatan membuka acara pagelaran wayang ini, Eko Suwanto menyapa tamu undangan, termasuk beragam kalangan masyarakat yang menyempatkan hadir, termasuk menyapa wisatawan yang mampir ke DPRD.

Pilihan lakon memerlukan pemikiran panjang, apalagi setelah sebelumnya DPRD DIJ menggelar lakon Duryudana Gugur, dimana kebenaran yang menang mengalahkan lambang kejahatan dan kedzoliman.

Ki Seno Nugroho lewat tokoh wayang Begawan Kesawasidhi, diharapkan bisa memberikan ujaran kebaikan, memberi berikan wejangan hasta brata. Baik itu, pratiwi, suryo, candra, samirana, jaladri, tirto, kartika, dahana yang merupakan nilai dasar hasta brata yang bisa diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Eko Suwanto, politisi muda PDI Perjuangan menyatakan di Yogyakarta memiliki akar sejarah kebangsaan yang kuat, dalam catatan sejarah bersama Sri Sultan HB IX, Pakualaman VII menjaga kemerdekaan RI.

“Lewat lakon Wahyu Makutho Romo, kita juga ingin sampaikan harapan agar tetap bisa merawat bangsa agar yang muda bisa meneladani, semoga DPRD DIJ selalu di jalan yang lurus, jalan yang benar,” kata Eko Suwanto. (*)

Jogja Raya