SLEMAN – Sejumlah santri di Pondok Pesantren Al-Muhdi Krapyak Wedomartani Ngemplak Sleman menggelar deklarasi Pemilu Damai 2019. Mereka menyerukan agar masyarakat mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa menghadapi Pemilu 2019.

Salah seorang peserta deklarasi Samsul mengatakan deklarasi tersebut perlu dilakukan mengingat kondisi masyarakat yang saling bertikai, menghujat dan bahkan bermusuhan. Deklarasi Pemilu Damai tersebut, katanya, perlu dilakukan sebagai komitmen untuk menjaga suasana yang kondusif dan menciptakan demokrasi berkualitas.

“Kami para santri siap Pondok Pesantren Al Muhdi siap berperan aktif menjaga Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Keutuhan NKRI,” katanya di sela deklarasi Kamis (8/11).

Selain mendukung Pemilu yang berkualitas, para santri juga diminta agar proses Pemilu dilalui tanpa hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian. Santri juga diminta mengedepankan kejujuran, kebenaran serta menolak upaya-upaya yang dapat mengakibatkan perpecahan di masyarakat.

“Kalau itu terjadi bisa mencederai Pancasila dan UUD 1945,” tegasnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhdi K.H Agus Masruri berharap agar para santri juga bisa ikut mensosialisasikan deklarasi Pemilu damai tersebut ke masyarakat. Minimal kepada keluarga dan teman-temannya di rumah. Itu dinilai penting agar proses Pemilu 2019 bisa berjalan dengan aman dan berkualitas.

“Kami juga menghimbau agar segenap komponen bangsa Indonesia untuk saling bekerja sama dan bertanggung jawab moral dalam menjaga dan menjamin rasa aman, tentran dan damai dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya. (sky/pra/by/mg3)

Jogja Raya