GUNUNGKIDUL – Siapa bilang pantai selatan DIY tidak bisa buat surfing? Buktinya kompetisi surfing bertajuk “Wediombo it`s Good To Sea You” di Pantai Wediombo Jepitu Girisubo Gunungkidul sukses digelar selama dua hari pada Sabtu-Minggu (27-28/10). Kompetisi yang diinisiasi Wediombo Surf Society (WOSS) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Gunungkidul serta Dinas Pariwisata DIY.

WOSS merupakan persatuan pemuda pemudi pecinta olahraga surfing atau selancar yang tergabung dalam satu wadah organisasi dalam bidang kepariwisataan di Pantai Wediombo.

Ketua Panitia Tugiyanto menuturkan selancar merupakan hal yang baru di Jogja, untuk itu kami ingin menjadi pelopor dan penggerak bagi siapa saja yang mau belajar surfing, dan DIJ memiliki banyak pantai, serta menjadi tujuan wisata baru.

“Diharapkan, komunitas ini nantinya dapat berjalan beriringan dengan pemerintah dalam hal olahraga maupun pariwisata daerah,” katanya.

Kompetisi diikuti 34 peserta dari berbagai daerah, diantaranya Banyuwangi, Pangandaran, Jakarta, Batu Karas, Tangerang, Parangtritis, Ngandong, Wediombo, Pacitan, serta Bali.

Tiga kategori yang diperlombakan yakni, open division, under-16 dan woman division, dan 34 peserta, 20 orang mengikuti open division, 10 orang under 16, dan 4 orang di woman division.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar DIY Arya Nugrahadi mengatakan aktivitas wisata di pantai membutuhkan variasi, tak hanya mengandalkan keindahan alam nya saja, serta siap mendukung menyiapkan fasilitas para peselancar. “Gunungkidul mempunyai Pantai Wediombo yang dapat dikembangkan untuk spot wisata minat khusus selancar air. Kondisi alam dengan ombak yang menantang dapat menarik surfer mancanegara untuk datang kesini,” ujarnya.

Menurut dia fokus saat ini pada pengembangan akses yang lebih baik ke Wediombo, maupun fasilitas-fasilitas yang mendukung surfing. “Tak kalah penting adalah pengembangan akomodasi dengan konsep home stay sehingga dapat meningkatkan kunjungan dan lama tinggal wisatawan, sehingga perputaran ekonomi akan lebih baik,” tuturnya.(*/a1/pra)

Jogja Raya