JOGJA – Tugas utama petugas pemadam kebakaran adalah memadamkan api yang membakar, tapi akhir-akhir ini pekerjaan mereka bertambah. Sejak akhir tahun lalu, petugas pemadam kebakaran Kota Jogja juga menjadi penyelamat hewan. Termasuk untuk evakuasi sarang tawon.

Data yang dimiliki Dinas Kebakaran Kota Jogja, dari Januari hingga Juli 2018 lalu, tugas evakuasi lebih sering dari tugas pemadaman. Hingga 31 Juli 2018 untuk tugas pemadaman dalam dan luar kota total 71 kali. Sedang untuk tugas evakuasi mencapai 94 kali.

“Yang cukup menonjol permintaan evakuasi,untuk mengevakuasi atau menangani sarang tawon,” ujar Kepala Seksi Operasional dan Penyelamatan Dinas Kebakaran Kota Jogja Mahargyo di sela latihan rutin Dinas Kebakaran Kota Jogja di lapangan Respati Babaran Umbulharjo kemarin (27/9).

Latihan bulanan itu kemarin juga diikuti Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, serta pemadam kebakaran Sleman dan Kulonprogo. Total ada 100 personel yang gabung dalam latihan gabungan.

Mahargyo mengatakan selain evakuasi sarang tawon, Dinas Kebakaran Kota Jogja juga sering mendapat permintaan evakuasi hewan. “Beberapa waktu lalu, kami juga sempat menyelamatkan kucing kampung yang terjebak di gorong-gorong,” ujarnya.

Mahargyo menambahkan belajar dari pengalaman proses evakuasi sarang tawon selama ini, biasanya tawon tidak aktif saat malam atau kondisi hujan. Evakuasinya pun, lanjut Mahargyo, petugas dari Dinas Kebakaran Kota Jogja tanpa menggunakan peralatan yang standar. Itu membuat beberapa kali petugas menjadi korban sengatan tawon.

“Kami modifikasi peralatan yang ada, baju celana di-selotip, untuk melindungi muka dengan jaring seadanya,” kata dia.

Sedang untuk tugas utama petugas pemadam kebakaran, untuk memadamkan api yang rutin dilatih tiap bulan, Mahargyo mengatakan dilatih untuk memadamkan api dalam situasi tertentu. Yaitu dengan adanya kebakaran lahan, kebakaran SPBU, kebakaran gudang dan perumahan.

“Bagaimana memadamkan lahan, SPBU, dan gudang ada tekniknya sendiri,” jelasnya.

Mahargyo berharap, latihan seperti itu akan tumbuh rasa solidaritas antar regu dan antar daerah yang nantinya bisa saling membantu saat terjadi kebakaran di salah satu daerah. Pelatihan seperti itu, lanjut dia, akan dirutinkan dan melakukan kunjungan latihan disetiap Kabupaten yang ada di Jogjakarta.

“Semisal ada kebakaran di Sleman, nanti wilayah Jogja akan membantu. Begitu juga sebaliknya bila terjadi di Bantul dan Jogja,” katanya. (cr7/pra)

Jogja Raya