PARA JUARA: BLH DIY memberikan penghargaan bagi pengelola bank sampah, pemenang Kalpataru dan sekolah Adiwiyata.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI telah menetapkan 10 penerima penghargaan Kalpataru tingkat Nasional 2018. “Dari 10 penerima, tiga diantaranya berasal dari DIY,” ujar Kepala BLH DIY Tri Mulyono.

Tiga penerima penghargaan itu terdiri atas Juwari warga RT 01 Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Widodo warga RT 04 Sorobayan, Gadingsari, Sanden, Bantul dan Kelompok Tani Ngudi Rejeki, Dusun Gedoro, Nglegi, Patuk, Gunungkidul. Penyerahan penghargaan dilakukan Agustus ini oleh Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar di Jakarta. “Kami mengucapkan selamat kepada para penerima,” lanjut dia.

Di bagian lain Tri Mulyono mengatakan kegiatan HLH 2018 sengaja dipusatkan di objek wisata guna menjaring wisatawan agar ikut serta melestarikan lingkungan. Diharapkan masyarakat bisa ikut ambil bagian dalam gerakan pengendalian sampah plastik. “Minimal peduli dengan membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Khususnya sampah plastik,” jelasnya.

Salah satu peserta HLH 2018 Tyas Aisyah Putri mengungkapkan, kegiatan HLH melecut kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Sampah sangat menganggu kenyamanan. “Pantai Trisik menjadi salah satu pantai yang terdampak gelombang tinggi. dengan membersihkan sampah yang terbawa gelombang, pantai kembali bersih dan nyaman,” ungkap pengurus Karang Taruna Desa Banaran ini.

Peserta lainnya, Nurisma Siti Yuniar berharap wisatawan ikut merasakan kebersihan Pantai Trisik. “Mari bersama-sama menjaga lingkungan. Di mana saja dan kapan saja,” ucap anggota Pencinta Alam SMA Negeri 1 Wates itu. (tom/kus/fn)

Jogja Raya