JOGJA – Untuk menuju Malioboro menjadi kawasan semi pedestrian, masih butuh proses. Selain pembangunan fisik, yang juga perlu dibangun terkait dengan kebiasaan masyarakat. Salah satunya kebiasaan membuang sampah.

Untuk menghalangi sampah dari pengunjung yang dibuang sembarangan, di pohon-pohon yang baru ditanam di kawasan Malioboro kini ditambah dengan kawat. Hal ini karena masih ditemukan pengunjung yang asal membuang sampah, termasuk di galian pohon yang baru ditanam.

“Agar sampah tidak masuk ke galian pohon,” ujar Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIJ Muhammad Mansur kemarin (17/2).

Di kawasan semi pedestrian yang baru diresmikan akhir Desember lalu, Mansur mengatakan sebenarnya sudah dibuatkan tempat sampah, sesuai jenisnya, sampah basah atau kering. Tapi diakuinya masih banyak ditemui pengunjung yang asal buang sampah.

Tempat sampah yang disediakan untuk pengunjung, justru digunakan PKL untuk membuang sampahnya. Padahal sampah dari PKL seharusnya dikelola sendiri. “Prinsipnya tempat sampah yang disediakan untuk pengunjung, bukan sampah dari PKL,” jelasnya. (pra/laz/mg2)

Jogja Raya