JOGJA-Untuk menarik perhatian masyarakat datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan menggunakan hak pilihnya, beberapa TPS dibuat seunik mungkin dengan berbagai dekorasi dan tema. Salah satunya adalah TPS 15 Umbulharjo RW 09 yang mengusung tema Valentine dengan memakai kaos, topi, dan dekorasi berwarna pink.

Ketua RW 09, Danang Agung Satria mengatakan, warga bersepakat memakai dekorasi serba pink karena sehari sebelum pilkada tepat pada 14 Februari merupakan hari kasih sayang. “Hari ini warga memberikan suara dengan hati yang bergembira,” jelas Danang.

Untuk pendanaan, mereka melakukan secara swadaya. Alasannya dana dari KPU terbatas.

Sementara itu di TPS 9 Pujokusuman, warga menyediakan photoboth untuk masyarakat yang sudah menggunakan hak pilihnya. Ketua KPPS TPS 9 Palupi Kurniasih mengatakan, photoboth tersebut bertujuan untuk menarik minat masyarakat. “Supaya mereka punya kenang-kenangan dan bukti kalau sudah ikut pilkada,” jelasnya.

Photoboth bertuliskan “Asik Aku Sudah Nyoblos!” merupakan hasil kreasi warga.. Biaya yang digunakan juga merupakan hasil iuran warga. Petugas KPPS yang bertugas juga menggunakan kebaya kutu baru dengan batik jumputan berwarna biru.

Di tempat lain, suasana layaknya kafe dengan khas musik, tampak di TPS 13 Ngadiwinatan, Ngampilan. Di ruangan TPS tersebut selain terdapat bilik suara dan meja KPPS, juga dipajang beberapa perangkat alat musik seperti drum, gitar dan biola. Sebuah tulisan “cafe 13” juga tertempel di dinding dengan warna krem.

Katua KPPS Anang Safingi mengatakan, konsep kafe diambil untuk menghilangkan kesan formal dan kaku dalam pelaksanaan pilkada. Pilkada subuah pesta demokrasi rakyat, seharusnya bisa dinikmati secara nyaman oleh warga. “Serius iya, tapi kesannya santai. Kami ingin warga menikmatinya,” kata Anang.

Pilbub Kulonprogo 2017 juga tak kalah semarak. TPS 8 Banjaran, Giripurwo, Girimulyo musik kuda kepang “Incling” terdengar sayup-sayup dari kejauhan. Petugas linmas mengenakan topeng cepet luwes menari menyambut para tamu undangan yang datang menggunakan hak suarnya.

Nuansa seni rakyat juga kental di dalam TPS 8, petugas KPPS semua juga mengenakan kostum Incling dan tidak lupa merias diri.”Tarub dan segala perlengkapan kesenian Incling sudah disiapkan sejak Selasa (14/2) siang, semua petugas KPPS juga sengaja mengenakan kostum Incling,” ucap Ketua KPPS TPS 8 Banjaran Ida Rusmiyati.

Ide mengenakan pakaian Incling ini sengaja ditunjukkan untuk memeriahkan hajat lima tahunan Pilbub Kulonprogo 2017. Selain itu juga tidak terlepas dari status Jogja Istimewa. “Incling merupakan kesenian khas desa kami, kebudayaan leluhur yang diwariskan turun-temurun. Semua pemainnya perempuan, semua petugas KPPS kami juga perempuan dan sebagian adalah anggota Grup Incling Ngesti Budoyo Banjaran,” jelasnya.(ita/bhn/tom/din/mg2)

Jogja Raya