JOGJA – Jumlah penerima bantuan pangan nontunai (BPNT) untuk program beras sejahtera (Rastra), sebagai pengganti beras miskin (raskin), pada 2017 ini mengalami peningkatan. Paling tidak jumlah penerima BPNT tahap pertama di Kota Jogja dan Kulonprogo tahun ini naik jika dibandingkan penerima raskin 2016

Menurut Kepala Bidang Bantuan Sosial Dinas Sosial DIJ Agus Setyanto, pada 2017 ini jumlah penerima BPNT dari pemerintah mencapai 317.391 kepala keluarga (KK). Jumlah tersebut naik signifikan dibanding 2016 yang lalu, sebanyak 288.391 penerima di seluruh DIJ.

“Ada tambahan sekitar 28.839 kepala keluarga,” ujarnya saat sosialisasi dan kesiapan pelaksanaan program BPNT kemarin (8/2).

Sebagai permulaan, pihaknya akan melaksanakan penyaluran melalui mekanisme BPNT di 14 Kecamatan di Kota Jogja sebanyak 17.634 penerima dan tujuh Kecamatan di Kulonprogo sebanyak 27.848 penerima pada tahap pertama.

Kepala Dinsos Kota Jogja Hadi Muchtar mengakui ada peningkatan jumlah KK penerima BPNT dibandingkan raskin. Data 2016 penerima raskin di Kota Jogja mencapai 16.031 KK.

“Ada tambahan 1.603 KK, data awalnya memang data penerima raskin tapi dalam prosesnya ada yang dinilai layak ya ditambahkan,” jelasnya.

Secara teknis seluruh penerima BPNT akan menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Kartu tersebut berfungsi sebagai kartu debit yang dapat digunakan untuk berbelanja bahan kebutuhan pokok.

Di DIJ kartu akan diterbitkan oleh BNI. BPNT yang diberikan senilai Rp 110 ribu per bulan. Bantuan tersebut dapat digunakan di e-Warong Program Keluarga Harapan Kelompok Usaha Bersama.

“Pada awal tahun ini, bantuan akan disalurkan untuk dua bulan sekaligus yaitu Januari dan Februari, tapi sekarang masih dalam proses pencetakan kartu,” kata Hadi.

Kepala Badan Urusan Logistik Divisi Regional DIJ Miftahul Adha mengatakan, siap mendistribusikan kebutuhan logistik untuk bantuan pangan nontunai ke Rumah Pangan Kita (RPK). Selain itu juga bisa digunakan di Agen46 yang merupakan sembako Mitra BNI, yang sementara ini terdapat sekitar 3.000 agen. Di DIJ sudah ada sekitar 1.200 RPK, sedang di Kota Jogja terdapat sekitar 150 RPK. .

Harga bahan kebutuhan pokok yang dijual di RPK tidak diperbolehkan melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah. Pada awal tahun ini komoditas yang dijual baru beras dan gula pasir. Nantinya secara bertahap akan ditambah minyak goreng dan terigu. “Kami sudah siapkan sekitar 800 ton beras dan 190 ton gula pasir untuk BPNT,” katanya.

Head of Consumer and Retail BNI Wilayah Jogja Ahmad Salman Soemantri menambahkan, penyaluran BPNT akan dilakukan serentak di Kota Jogja, Kulonprogo, Magelang, Surakarta, dan Boyolali pada 23 Februari nanti. “Pola penyaluran harus memiliki enam tepat, yaitu sasaran, jumlah, harga, waktu, kualitas, dan administrasi,” jelasnya. (pra/ila/mg2)

Jogja Raya