JOGJA – Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas saat memberikan hak suaranya terkendala lahan tempat pemungutan suara (TPS). Sebab, biasanya untuk pembangunan TPS di Kota Jogja memanfaatkan balai kampung atau lahan kosong milik warga. Hal itu menyulitkan pemenuhan akses bagi penyandang disabilitas.

“Memang tidak terhindari, karena biasanya pakai balai RW yang berundak sehingga menyulitkan bagi difabel berkursi roda,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja Wawan Budianto di sela mendampingi Penjabat Wali Kota Jogja Sulistiyo meninjau persiapan logistik di gudang KPU Kota Jogja, kemarin (7/2).

Menurut dia, idealnya TPS dibangun dengan ukuran 8×10 meter persegi. Tapi, di kota sudah sulit menemukan lahan yang ideal. Wawan mengungkapkan, tidak banyak TPS di Kota Jogja yang dibangun di tanah lapang dengan ukuran ideal.

Diakuinya, TPS yang tidak ideal ini menjadi kendala bagi pemilih difabel, terutama yang menggunakan kursi roda. Jika luas TPS kurang ideal maka pendirian bilik juga terbatas. Dengan begitu, penyandang disabilitas dengan kursi roda akan susah masuk bilik.

Sedangkan fasilitasi bagi tunanetra seperti penyediaan satu template di tiap TPS sudah disiapkan. “Panitia pemungutan suara (PPS) diminta mendata dan menyesuaikan TPS,” ujarnya.

Meski begitu, kata dia, semua TPS yang dibangun tetap memenuhi syarat dalam pemilihan. KPU sendiri sudah menyiapkan semua kebutuhan logistik untuk pencoblosan Pilwali 15 Februari mendatang.

Jumlah kotak suara yang akan didistribusikan sesuai dengan jumlah TPS sebanyak 794 kotak suara dengan jumlah bilik empat unit setiap TPS. Distribusi logistik sendiri dilakukan mulai 13 Februari ke kelurahan dan diteruskan ke setiap TPS pada 14 Februari.

KPU Kota Jogja juga sudah mengajukan surat ke Pemkot Jogja untuk bantuan pengamanan distribusi logistik oleh Satpol PP. Pengamanan distribusi juga dilakukan oleh aparat kepolisian. Untuk menyiasati lokasi TPS yang berada di dalam kampung, juga sudah disiapkan.

“Untuk distribusi logistik nanti akan menggunakan becak karena ada TPS di tengah kampung,” katanya.

Penjabat Wali Kota Jogja Sulistiyo mengatakan, salah satu tugasnya adalah menyukseskan penyelenggaraan pilwali. Salah satunya terkait kesiapan logistik, seperti surat suara, bilik, tinta, dan persyaratan lainnya.

“Hanya mau memastikan semua logistik sudah siap dan tinggal didistribusikan,” ungkapnya.

Sulis berharap peran serta warga Kota Jogja untuk mencoblos pada 15 Februari nanti. Saat ini, dia masih menunggu Keputusan Presiden terkait hari libur nasional pada 15 Februari nanti.

Kendati belum pasti libur atau tidak, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setprov DIJ itu meminta warga Kota tetap datang mencoblos.

“Saya nanti (15 Februari) juga tidak libur, bersama panjenengan akan mengecek pelaksanaan pilwali,” ujarnya.

Imbauan pada warga Kota Jogja juga terus dilakukan melalui camat dan lurah yang diteruskan ke RT dan RW. “Melalui media elektronik, WhatsApp dan sebagainya semua camat dan lurah harus menyampaikan ke masyarakat, untuk datang memilih,” ujarnya. (pra/ila/mg2)

Jogja Raya