JOGJA – Aksi Sapto,49 ini sungguh keterlaluan. Pria asal Kebumen Jawa Tengah ini membobol uang jemaat Gereja Kristen Indonesia, di Jalan Lobaningratan, Gondoman untuk bermain judi online. Dia juga diduga melakukan penipuan kepada sejumlah pendeta.

Aksi Sapto terhenti setelah anggota Unit Reserse Kriminal Polsek Gondomanan membekuknya di Pati, Jawa Tengah Rabu (1/2) lalu. Kapolsek Gondomanan Kompol Riyanto mengatakan, Sapto melakukan aksinya (26/12) tahun lalu. Di geraja itu, dia baru bekerja sekitar empat bulan.

Pelaku melakukan aksi pencurian dengan cara mencongkel ruangan majelis tempat menyimpan uang persembahan bagi gereja. “Uang yang dibawa kabur jumlahnya mencapai Rp21 juta,” jelas Riyanto kemarin (2/2).

Dari uang hasil curian itu, sebagian digunakan pelaku untuk bermain judi online. Dari pengakuan, pelaku sudah cukup lama keranjingan judi online. Sedangkan untuk memenuhi nafsunya berjudi, pelaku mencari uang dengan melakukan sejumlah aksi penipuan. Sasarannya yakni sejumlah pendeta yang ada di wilayah Jawa. “Modusnya menawarkan investasi,” ujar perwira menengah yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Ngaglik, Sleman.

Kanit Reskrim Polsek Gondomanan Iptu Luki Darmawan menjelaskan, dari pemeriksaan yang dilakukan, pelaku juga menghabiskan uang itu untuk membeli sebuah sepeda motor. Ketika dibekuk dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor dan uang hasil sisa curian Rp 84.000.

Saat beraksi di Lobaningratan, wajah pelaku sempat terekam kamera closed circuit television (CCTV).”Rekaman ini yang kemudian disebarkan oleh pihak gereja ke komunitas mereka,” jelasnya.

Setelah rekaman itu beredar, pengurus gereja yang ada di Pati, mengenali pelaku. Kemudian, pengurus gereja menindaklanjuti dengan melapor ke pihak kepolisian.”Begitu ada laporan langsung kami jemput,” jelasnya.

Sedangkan terkait aksi penipuan, jelasnya seorang pendeta di gereja yang ada di Subang, Jawa Barat dan di salah satu gereja di Ngawi Jawa Timur menjadi korban. “Dari pengakuannya hampir meraup Rp400 juta. Untuk kasus penipuan masih dalam pendalaman,” tambahnya.

Modus penipuan yang digunakan dengan menawarkan investasi budidaya kopi kepada korban. Korban ditawarkan investasi dengan nilai antara Rp10 juta hingga Rp40 juta. “Nawarinnya lewat online. Ketika uang sudah masuk pelaku kabur,” jelasnya.

Kepada penyidik, tersangka Sapto menuturkan dalam menjalankan aksi disetiap kota dipilih satu gereja. Sebelum melakukan penipuan, tersangka terlebih dahulu terlibat aktif mengurusi gereja untuk memperoleh kepercayaan. “Setelah mengetahui letak uang gereja, baru menjalan aksi. Uang itu sudah habis untuk judi online,” akunya.

Kini tersangka meringkuk di sel Mapolsek Gondomanan, sambil menungu proses pengembangan perkara penipuan yang telah dilakukan. Pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan penjara maksimal tujuh tahun penjara. (bhn/din/mg2)

Jogja Raya