JOGJA – Tingginya bunga dan sulitnya akses bantuan modal masih dirasakan para pedang kecil di pasar tradisional. Akibatnya, para pedagang terjebak dalam pinjaman modal dengan bunga tinggi yang dijalankan rentenir.

Calon Wakil Wali Kota Jogja nomor urut satu, Achmad Fadli, menyebut problematika itu masih ditemui di pasar-pasar tradisional yang ada di Jogja. Saat berkunjung ke Pasar Cokro Gedongkiwo, Fadli mengutarakan program kredit lunak bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) serta pedagang pasar yang akan dijalankan bila memimpin Jogja bersama Imam Priyono.
“Kredit lunak berupa pinjaman modal dengan bunga 7 persen per tahun. Dengan begitu, setiap cicilan bunganya hanya mencapai 0,58 persen per bulan,” jelas Fadli kemarin (1/2). Bunga lunak itu, katanya, sudah diperhitungkan sehingga tidak memberatkan pedagang maupun pelaku industri kecil.
Selain bunga rendah, pelaku usaha kecil dan pedagang akan dipermudah dalam mengakses pinjaman modal tersebut. Salah satunya dengan tidak membebani dengan agunan.
Supaya pencairannya tidak menyalahi aturan, maka setiap pelaku usaha kecil akan dibuatkan kelompok atau koperasi. Sedangkan teknis pencairan bakal dilakukan satu pintu melalui Bank Jogja selaku perbankan milik pemkot. “Tetap ada verifikasi, tapi syarat dipermudah tanpa melanggar aturan,” jelasnya.
Selain menyambangi pasar, Fadli juga berkesempatan berdialog dengan warga Gedongkiwo. Dalam dialog itu, Fadli menyampaikan potensi homestay yang ada di Gedongkiwo. “Warga juga harus bisa menghidupkan usaha di kampung. Jangan sampai hanya dikuasai dan terpusat pada kawasan tertentu saja,” katanya. (bhn/laz/mg1)

Jogja Raya