JOGJA – Keinginan Sagiyo, tersangka dugaan korupsi program layanan rakyat untuk sertifikasi tanah (lara-sita) Desa Trimulyo, Jetis untuk mendapatkan tuntutan ringan pupus sudah. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Setiono SH menuntut mantan Kepala Bagian Pemerintahan Desa Trimulyo tersebut selama 1,5 tahun dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.”Terdakwa terbukti menarik uang dari masyarakat untuk program yang seharusnya gratis,” kata JPU Setiono saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jogja, kemarin (17/6). Sidang sendiri di-pimpin Majelis Hakim Suwarno SH.Ada beberapa hal yang meringankan Sagiyo. Di antaranya, terdakwa mengembalikan uang yang dipungut dari warga sebesar Rp 87,1 juta. Ia juga belum pernah dihukum. Sama seperti terdakwa korupsi lainnya, dalam perkara tersebut Sagiyo di-tuntut pasal berlapis. Yaitu, Pasal 2 jo Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi. Selain itu, Sagiyo juga dikenakan Pasal 55 dan Pasal 64 KUHP.Jaksa memaparkan, terdakwa dinilai ikut bertang-gung jawab atas penarikan biaya pengurusan tanah pada program Larasita di Desa Trimulyo pada 2011-2013. Sebab, pembentukan panitia program Lara-sita tidak disertai peraturan desa untuk menguatkan program tersebut. Panitia menarik biaya bervaria-si tergantung jenis asal lahan yang akan disertifi-katkan. Yaitu, meliputi tanah warisan, konversi, jual beli, dan lainnya.”Uang yang dipungut dari masyarakat tidak masuk ke kas desa, tetapi berhenti di tangan Sagiyo. Waktu itu, ia sebagai ketua panitia program,” jelas Setiono.Menurut Setiono, pembentukan panitian program Larasita tidak disertai SK kepala desa dan perdes. Berdasarkan temuan Inspektorat Bantul, terdakwa menggunakan uang hasil penarikan warga sebesar Rp 87,1 juta. Uang tersebut dinikmati terdakwa Sagiyo dan baru dikembalikan ke desa, setelah Kejari Bantul melakukan penyidikan.Aida Dewi SH, Penasihat Hukum (PH) terdakwa mengatakan, akan menyusun materi pledoi pada sidang pekan depan. “Kami akan membuat materi pledoi pada Rabu yang akan datang,” kata Aida.Selain Sagiyo, perkara tersbeut juga menyeret man-tan Kepala Desa Trimulyo Mujiono. Ia telah dijatuhi hukuman bersalah dan mendapatkan vonis kurung-an selama 1 tahun 3 bulan penjara serta denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan. (mar/hes/ong)

Jogja Raya