SETIAKY/RADAR JOGJA
SERIUS: Paku Alam IX tengah melihat salah satu akik di stan pameran batu mulia di Ndalem Notoprajan. Selain pameran juga ada kontes batu mulia yang memperebutkan tropi GBPH
JOGJA – Wakil Gubernur DIJ Paku Alam IX diam-diam menunju-kan perhatian tinggi terhadap perkembangan batu mulia khu-susnya akik yang belakangan tengah menjadi tren. Ini ditunjuk-kan wagub saat membuka pame-ran batu mulia di Ndalem Notoprajan, Selasa malam (16/6).”Pamerannya menarik,” ucap-nya di sela berkeliling.Tidak hanya membuka acara, pria yang di masa mudanya ber-nama Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Ambarkusumo itu juga menyambangi satu per satu stan peserta pameran.PA IX juga menyediakan tropi khu-sus untuk diperebutkan peserta kontes batu mulia yang digelar ber-samaan dengan pameran tersebut. Malam itu, PA IX yang mengena-kan batik lengan panjang warna biru itu didampingi putra bungsu-nya Bendoro Pangeran Haryo (BPH) Danardono, dan dua ke-rabat Keraton Jogja GBPH Pra-bukusumo, dan GBPH Yudha-ningrat. Tidak ketinggalan tuan rumah sekaligus penyelenggara acara RM Acun Hadiwidjojo juga turut menyertai.Di sela meninjau stan, PA IX ke-pada Radar Jogja menceritakan sebetulnya dia bukan penggemar, sehingga tidak banyak mengetahui dunia akik. Namun, ia mengaku tertarik sehingga menaruh atensi khusus dengan batu mulia tersebut.Sebagai bukti, ia lantas menunjuk-kan batu akik yang terselip di jari kanannya. “Ini pusaka Pakualaman. Namanya Kyai Jantrung. Warisan dari Paku Alam I,” paparnya.Paku Alam IX menjelaskan, ada tiga pusaka berupa akik yang di-milikinya. Namun, dua pusaka lain-nya tersebut enggan ia ceritakan lebih lanjut. “Ada tiga pusaka yang saya punya berupa cincin,” ucapnya. Di tempat sama, RM Acun Hadiwidjojo berterima kasih atas besarnya perhatian PA IX. Me-nurutnya, pameran yang digelar kali ketiga di tempat yang sama diikuti 66 peserta. Mereka datang dari DIJ, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, dan luar Jawa. “Stannya terjual habis,” kata pria yang punya gelar KRT Poerboku-sumo ini. Panitia lain RM Lanang Haryo Prakoso menambahkan, peserta kontes batu mulia akan beradu pada Minggu malam (21/6). Tropi PA IX merupakan kali kedua setelah bulan lalu juga digelar kontes serupa. Saat ini, peserta memperebutkan tropi GBPH Pra-bukusumo dan GBPH Yudhaning-rat. (kus/hes/ong)

Jogja Raya