JOGJA – Peremajaan mobil dinas (Mobdin) dan mobil ope-rasional Pemkot Jogja 2015, tampaknya tak menyentuh mobil dinas dewan. Buktinya, setelah memastikan peremajaan mobil dinas (mobdin) bagi para ke-pala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) selevel dinas, kini Pemkot Jogja bakal kem-bali menganggarkan mobil ope-rasional di APBD Perubahan. Untuk kepentingan tersebut, saat ini, Dinas Bangunan, Gedung, dan Aset Daerah (DBGAD) tengah menyusun perencanaan untuk pengadaan beberapa mobil operasional tersebut. Salah satunya mobil jenazah. Kepala DBGAD Kota Jogja Hari Setyawacono menjelaskan, selama ini, keberadaan mobil jenazah masih kurang. Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Trans-migrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja baru memiliki tiga mobil jenazah. Rencananya, di APBD Perubahan, pemkot akan menganggarkan dua lagi.”Kami akan usulkan di APBD Perubahan. Nantinya, bisa untuk melayani jenazah warga Kota Jogja,” tutur Hari, kemarin (2/6).Selain mobil jenazah, juga akan menganggarkan untuk mobil operasional. Di antaranya dump truck dan beberapa kendaraan operasional untuk Badan Ling-kungan Hidup (BLH) dan Dinas Permukiman dan Prasarana Wi-layah (Kimpraswil) Kota Jogja. Hanya saja, pihaknya masih melakukan kajian terhadap ke-beradaan mobil operasional itu. Kalau memang biaya perawatan-nya sudah melebihi dari standar normal, kendaraan akan di-lakukan peremajaan. Anggaran pengadaan mobdin di APBD Perubahan ini, menurut Hari, hanya untuk kendaraan operasional. Sedangkan mobdin pimpinan dewan (pimwan) yang juga sudah lebih dari lima tahun, Hari mengaku, tak memasukkan di anggaran perubahan.Padahal, untuk alat kelengkapan dewan komisi A, B, C, dan D, telah mendapatkan mobdin baru Kijang Innova. Pengadaan mobdin seharga Rp 260 juta perunit bersamaan 12 unit minibus un-tuk kepala dinas. Juga tiga unit pikap, dua unit dump truck, dua unitmobiltanki air, satu unit ambulan, dan 12 sepeda motor. Total alokasi dana pengadaan mobil operasional di APBD tahun ini Rp 6,1 miliar.”Untuk pengadaan, harus ada kajian ekonomisnya. Sehingga, kalau mobil tersebut biaya perawatannya sudah terlalu besar, ya lebih baik untuk di-remajakan,” terang Hari. Mobil dinas tiga pimpinan dewan (pimwan) DPRD Kota Jogja sudah berumur lebih dari lima tahun. Ketiga mobdin tersebut pe-ngadaannya dilakukan tahun 2009 silam. Atau saat pimwan periode 2009-2014. Kini, mobdin berupa Nissan X-Trail untuk Ke-tua DPRD, Toyota Altis Wakil Ketua I, dan Honda New Civiv. Kepala Dinsosnakertrans Kota Jogja Hadi Muhtar mengakui akan kebutuhan mobil jenazah itu. “Respons masyarakat cukup tinggi, sehingga sangat butuh tambahan armada,” tandasnya.Keberadaan armada tambahan itu, kelak akan dimanfaatkan untuk mendukung perluasan layanan. Jika selama ini hanya terbatas melayani hingga lingkup DIJ, diharapkan bisa menjangkau hingga luar DIJ. “Tapi layanan gratisnya hanya untuk warga Kota Jogja,” tuturnya. Hadi Muhtar menuturkan, per-luasan layanan itu akan dibarengi dengan revisi Peraturan Wali-kota (Perwal) terkait operasional mobil jenazah. “Sebenarnya yang mengajukan permohonan agar bisa menjangkau hingga luar daerah juga banyak. Tapi masih terbentuk regulasi. Harapan saya, revisi perwal selesai tahun ini dan awal 2016 mobil baru itu bisa dimanfaatkan hingga luar daerah,” harapnya. (eri/jko/ong)

Jogja Raya