SETIAKY A.KUSUMA/Radar Jogja
JOGJA – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) DIJ terus menggiatkan operasi penertiban angkutan jalan. Hasilya, setiap kali operasi, ada saja pelanggar yang ditindak. “Rata-rata ada sekitar 20 hingga 30 pengendara maupun kendaraan yang kami jaring (tilang, red),” kata Kepala Seksi Pengendalian Lalu Lintas Penumpang UPT KPLLAJ Dishubkominfo DIJ Bagas Senoadji di sela mengadakan razia di Jalan HOS Cokroaminoto, Jogja, kemarin (12/5).
Bagas menjelaskan, dalam razia, pihaknya memfokuskan pada angkutan umum dan angkutan barang. Sasaran pemeriksaan meliputi dokumen kelengkapan kendaraan, buku uji, STNK, SIM, dan persyaratan kelaikan jalan lainnya. “Kami juga menyasar becak motor (betor) yang secara teknis maupun administrasi tidak layak beroperasi di jalan raya,” jelasnya.
Setiap bulan diadakan delapan kali operasi dengan lokasi yang berpindah-pindah. Razia dilaksanakan di empat kabupaten dan satu kota se-DIJ. Rata-rata operasi berlangsung antara 1,5 hingga 2 jam. Opreasi
diadakan secara gabungan dengan melibatkan berbagai instansi seperti Ditlantas Polda DIJ, Satpol PP, POM TNI AD, dinas perhubungan kabupaten dan kota se-DIJ, serta beberapa lembaga terkait lainnya.
“Tujuan dari operasi ini untuk mewujudkan zero accident, menekan angka kecelakaan seminimal mungkin,” ujar pria asal Semarang ini.
Lantaran itu, dalam setiap operasi pihaknya akan menaruh perhatian serius terkait kelaikan jalan, persyaratan teknis, keamaan dan ketertiban administrasi kendaraan angkutan umum maupun barang.
”Jangan sampai kendaraan yang dioperasikan ternyata bodong. Setiap enam bulan sekali, kendaraan umum juga harus diuji untuk mengetahui kelaikannya,” terangnya.
Kepala Seksi Pelanggaran Ditlantas Polda DIJ Komisaris Polisi Aris Waluyo mengapresiasi operasi gabungan yang diinisiasi dishubkominfo tersebut. Baginya operasi ini demi memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Kepentingan untuk masyarakat,” katanya.
Tak hanya soal persyaratan administrasi pengendara, razia itu juga mencermati dimensi keselamatan pengguna jalan. Sebab, dalam razia itu juga memfokuskan pada kelayakan kendaraan umum baik angkutan orang maupun barang beroperasi di jalan.
”Untuk menentukan angkutan jalan dan barang itu apakah laik jalan harus dicermati dari banyak hal. Tak hanya lewat kasat mata saja. Harus dengan alat uji. Dimensinya beragam. Bisa soal mesin, roda, ban
dan lain-lain,” tegas Aris. (sce/kus/jko/ong)

Jogja Raya