JOGJA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIJ tak ingin mengulur-ulur penyi-dikan perkara dugaan korupsi hibah Persiba dengan tersangka Benda-hara Persiba, Dahono. Kemarin (23/12), untuk kali kedua tim penyi-dik kejati memeriksa Dahono sebagai tersangka. Untuk pemeriksaan kali ini, Da-hono datang ke Gedung Kejati Jalan Sukonandi Jogja dengan di-dampingi penasehat hukumnya Chandra SH. Tiba di kejati, Da-hono langsung menuju ke lantai tiga untuk menjalani pemeriksaan. “Tersangka Dhn diperiksa untuk melengkapi berkasnya,” kata Kasi Penkum Kejati DIJ Zulkardiman, kemarin.
Menurut Zulkardiman, peme-riksaan Dahono untuk mengkla-rifikasi berbagai bukti yang telah ditemukan tim penyidik. Baik itu bukti berupa dokumen, maupun keterangan dari para saksi yang telah diperiksa sebelumnya. “Untuk pembuktiannya nanti di per-sidangan pengadilan,” terang Jejeng, sapaan akrab Zulkardiman.
Penasehat Hukum Dahono, Chandra SH mengatakan, sebagai warga negara yang taat hukum, kliennya akan mengikuti seluruh proses hukum yang sedang berja-lan. “Pak Dahono terkejut ketika ditetapkan sebagai tersangka. Namun demikian, beliau akan mengikuti seluruh proses hukum,” kata Chandra. Disinggung mengenai soal tu-dingaan kejaksaan yang menerang-kan Dahono ikut memanipulasi tagihan PT Aulia Trijaya Mandiri? Chandra menjelaskan, tak ingin memasuki materi penyidikan. “Mengenai sangkaannya itu nan-ti di pengadilan saja,” jelasnya. (mar/jko/ong)

Jogja Raya