Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Punya 42 Jenis, Tompeyan Kini Dijuluki Kampung Anggur

Annissa Alfi Karin • Jumat, 8 September 2023 | 13:26 WIB

 

Tumbuhan anggur yang ada di Kampung Anggur Tompeyan (7/9/23).Alfi Annissa Karin/ Radar Jogja
Tumbuhan anggur yang ada di Kampung Anggur Tompeyan (7/9/23).Alfi Annissa Karin/ Radar Jogja

RADAR JOGJA - Kota Jogja menyimpan berbagai potensi kampung beragam. Salah satunya komoditas buah anggur di Kampung Tompeyan, Kemantren Tegalrejo. Kampung ini bahkan dijuluki Kampung Anggur karena saking mudahnya menemui tanaman anggur. Fokusnya pada Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S).


Pusat aktivitasnya dilakukan di kebun yang diberi nama Tegal Anggur. Ketua Asosiasi Tabulampot Kota Jogja Eka Yulianta menyebut, awalnya ada 120 variasi buah anggur yang ditanam di sini. Namun, dari 120 hanya sekitar 42 jenis yang tumbuh subur. "Kalau budi daya, bukan hobbies, harus ada hasil yang jelas hitungannya. Perawatannya cukup lumayan untuk anggur-anggur ini," katanya saat ditemui di Tegal Anggur Kampung Tompeyan, Kamis  (7/9/23).


Menanam anggur, bagi Eka, terbilang gampang-gampang sulit. Gampangnya, tumbuhan anggur tak perlu lahan luas. Bahkan anggur menjadi tumbuhan yang direkomendasikan untuk ditanam di lahan sempit. Ini selaras dengan kondisi perkampungan di Kota Jogja yang kebanyakan sempit dan padat penduduk. Tumbuhnya yang merambat juga estetik saat diletakkan di lorong kampung atau di garasi rumah.
"Kita bisa nanam anggur hanya dengan membuka konblok. Kalau di gang-gang kan ada konblok. Sepanjang ada sinar matahari, itu nanti bisa kita buahkan. Bisa sebagai peneduh, tapi peneduh yang ada manfaatnya," jelasnya.


Meski demikian, menanam anggur juga memiliki tantangan tersendiri. Menurut Eka, anggur rentan terkena hama. Untuk itu, perlu perawatan telaten. Asupan yang diberikan juga wajib diperhatikan. "Biaya perawatan cukup lumayan (mahal). Butuh pupuk organik cair, dan obat serta pupuk kimia. Kami baru nyoba fermentasi kumis kucing dan brotowali untuk menangani karat daun," ujarnya.


Selain fokus pada P4S tanaman anggur, Kelompok Tani Tegal Anggur juga mulai mengembangkan olahan anggur. Total ada 21 produk turunan anggur yang mulai diproduksi. Mulai dari sambal anggur, egg roll anggur, dodol anggur, kripik anggur, dan lain-lain.


"Ini belum kami launching, baru perkenalan karena PIRT-nya baru dua minggu. Saat pameran potensi pertanian di Kota Jogja kami keluarkan semua sekalian launching di sana," ujarnya.


Senada dengan Eka, Kabid Pertanian Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Jogja Eny Sulistyowati menuturkan Kota Jogja punya potensi yang baik dalam hal budi daya anggur. Apalagi, cocok dengan kondisi perkotaan yang sempit. Bahkan bisa ditanam di gang-gang kecil. Kampung Anggur juga menjadi salah satu pendongkrak pariwisata yang masuk dalam paket-paket wisata di Kota Jogja.


"Ini merupakan titik sentral. Sudah sampai ke Giwangan. Di sana ada beberapa gang-gang sesempit apa pun bisa dimanfaatkan terkait dengan nilainya, inovasi olahannya untuk support wisata," katanya. (isa/laz)

Editor : Satria Pradika
#P4S #Kampung Anggur #Tompeyan