Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sesar Mataram Jadi Penelitian Para Ahli

Rizky Wahyu • Senin, 10 Juli 2023 | 14:30 WIB
Dr Ir C. Prasetyadi M.Sc Dosen Teknik Geologi UPN dan ahli pada bidang tektonik dan kebencanaan geologi.
Dr Ir C. Prasetyadi M.Sc Dosen Teknik Geologi UPN dan ahli pada bidang tektonik dan kebencanaan geologi.

RADAR JOGJA - Dosen Teknik Geologi UPN yang juga ahli pada bidang tektonik dan kebencanaan geologi Dr Ir C. Prasetyadi M.Sc mengatakan, sesar atau patahan yang aktif dan berada di DIJ adalah Sesar Opak. Sesar ini memanjang dari sekitar Pantai Parangtritis hingga ke arah Prambanan.
"Seperti yang sering kita lihat di publikasi-publikasi, kan arahnya itu. Dan itu saja yang masih dicermati oleh para ahli kegempaan," ujarnya Minggu (9/7/23).


Menurut Prasetyadi, definisi sesar aktif adalah patahan yang masih punya aktivitas pergesaran sampai sekitar 10 ribu tahun lalu. Atau itu yang baru saja bergerak. "Gempa di Jogja itu kan baru di tahun 2006. Dan sesar-sesar seperti itulah yang perlu dicermati," katanya.


Untuk sesar yang masih aktif dengan rentan keaktivan sampai 10 tahun lalu itu maksudnya. Dalam periode tersebut, patahan pernah menyebabkan peristiwa-peristiwa gempa. Dan itu adalah titik yang rawan untuk terjadinya gempa bumi.


Sebab sesar yang masih aktif memiliki efek gempa atau getaran sangat signifikan dan itu sangat dangkal serta terjadi di darat. "Apalagi kalau dia menggetarkan daerah dengan keadaan tanah tidak padat. Sedangkan di Jogja, tanahnya berpasir yang disebabkan dari endapan erupsi Merapi yang masih belum padat," jelasnya.


Ia juga menerangkan endapan-endapan yang masih muda dan belum padat biasanya jika terkena gempa justru malah menguatkan gempa. "Makanya gempa di Jogja itu yang paling parah menimpa dataran di Jogja. Sebab di situ tanah-tanahnya belum padat. Tapi kalau yang terkena di daerah tanahnya padat, getaran yang diterima tidak separah yang tanahnya masih lunak atau berpasir," bebernya.


Prasetyadi menjelaskan gempa tergantung dari sumbernya. Kalau sumbernya cukup dalam, itu berhubungan dengan subduksi lempeng. Dan itu berakibat sangat luas. "Kalau gempa yang dalam itu kecil goyangannya. Tapi ia memiliki pengarus yang sangat luas," ungkapnya.


Di Jogjakarta memiliki beberapa sesar. Seperti Sesar Opak, sesar di daerah sekitar Kulon Progo (di daerah Menoreh), Sesar Mataram (sesar baru ditemukan oleh pusat gempa nasional dan sedang diteliti yang memiliki arah barat timur dan sejajar dengan Selokan Mataram).


Sesar Mataram kali pertama ditemukan karena memiliki tanda-tanda daerah yang memiliki sesar. Prasetyadi menerangkan seperti di daerah sungai itu, tiba-tiba sungainya belok sendiri menjadi bentuk siku-siku. Dan yang sedang diteliti oleh para ahli itu berada di belokan siku-siku tersebut. Sesar itu memiliki kelurusan dengan punggungan Prambanan. "Jadi sepanjang hampir Jalan Solo itu Sesar Mataram. Dan itu sedang diteliti oleh para ahli. Karena ia belum memunculkan sejarah kegempaannya," tuturnya.


Sesar memiliki bentuk atau ditandai seperti tebing-tebing atau yang tiba-tiba terbelah. Dan di situlah biasanya ada arah dari sebuah patahan atau sesar.
Kalau di Jogjakarta, hal itu tidak bisa terlihat dengan jelas. Sebab patahannya tertimbun dengan endapan Merapi yang baru. Dan itu yang sangat berbahasa, karena kita tidak bisa melacak ekspresi topografinya.


"Kalau di Parangtritis kan ekspresi topografinya jelas berupa tebing-tebing itu. Tapi kalau yang ada di Kota Jogja, ekspresi topografinya sulit untuk dilacak. Karena daerah Jogja adalah daerah endapan baru," cetus Prasetyadi.
Sesar yang masih aktif bisa menyebabkan terjadinya pusat gempa. Sebab, kalau ada dorongan lempeng maka sesar yang aktif itu adalah zona lemah yang dikhawatirkan bisa memunculkan gempa bumi lagi.


"Di selatan Jawa itu kan ada palung yang dalam. Palung itu masuknya lempeng yang bergerak dari Australia. Maka kalau dia masuk di situ dan di situ lah sumber-sumber terjadinya gempa. Karena sering terjadi gesekan-gesekan tersebut," tandasnya. (cr2/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#upn #gempa #200 billboard #geologi #Bantul #mataram #sesar opak