MUNGKID - Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengungkapkan hasil serapan aspirasi warga selama rangkaian kegiatan buka bersama yang digelar di 21 kecamatan. Dari dialog itu, kebutuhan paling mendesak yang disampaikan warga adalah perbaikan infrastruktur dasar, terutama jalan rusak dan irigasi.
Grengseng menyebut, aspirasi yang disampaikan warga cenderung sederhana dan realistis, sesuai dengan kondisi yang mereka hadapi sehari-hari. "Kalau jalannya berlubang ya minta diperbaiki, irigasi juga. Itu yang paling banyak disampaikan masyarakat," ujarnya Selasa malam (17/3).
Baca Juga: Film Pelangi di Mars: Visual Sci-Fi Indonesia Kelas Dunia yang Menginspirasi Anak Bangsa
Dia menjelaskan, persoalan jalan menjadi keluhan dominan hampir di seluruh wilayah. Meskipun tingkat kerusakan dan kebutuhan berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing kecamatan.
Selain jalan, perbaikan jaringan irigasi juga menjadi perhatian warga, khususnya di daerah yang bergantung pada sektor pertanian. "Paling banyak memang jalan, tapi tetap disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing," katanya.
Meski memahami kebutuhan warga, Grengseng mengakui, kemampuan anggaran daerah saat ini belum cukup untuk menyelesaikan seluruh persoalan infrastruktur secara menyeluruh dalam waktu singkat.
Dia menjelaskan, persoalan jalan menjadi keluhan dominan hampir di seluruh wilayah. Meskipun tingkat kerusakan dan kebutuhan berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing kecamatan.
Selain jalan, perbaikan jaringan irigasi juga menjadi perhatian warga, khususnya di daerah yang bergantung pada sektor pertanian. "Paling banyak memang jalan, tapi tetap disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing," katanya.
Meski memahami kebutuhan warga, Grengseng mengakui, kemampuan anggaran daerah saat ini belum cukup untuk menyelesaikan seluruh persoalan infrastruktur secara menyeluruh dalam waktu singkat.
Baca Juga: AS Pilih Berdiri Sendiri di Selat Hormuz Tanpa Sekutu, Ajakan Trump Tidak Direspon Positif
Dia secara terbuka menyampaikan kondisi tersebut kepada warga saat berdialog langsung di lapangan. "APBD kita hari ini belum kuat untuk menyelesaikan semua perbaikan jalan. Saat ini kita baru bisa menambal dulu," lontarnya.
Namun demikian, dia berharap, ke depan pemerintah daerah dapat meningkatkan kualitas pembangunan secara bertahap, seiring dengan ketersediaan anggaran. "Saya minta warga ikut mendoakan agar tahun depan kita bisa meningkatkan pembangunan," tambahnya.
Grengseng menilai, pendekatan komunikasi langsung dengan warga atau head to head menjadi cara paling efektif dalam menyampaikan kondisi riil pemerintah daerah.
Dia secara terbuka menyampaikan kondisi tersebut kepada warga saat berdialog langsung di lapangan. "APBD kita hari ini belum kuat untuk menyelesaikan semua perbaikan jalan. Saat ini kita baru bisa menambal dulu," lontarnya.
Namun demikian, dia berharap, ke depan pemerintah daerah dapat meningkatkan kualitas pembangunan secara bertahap, seiring dengan ketersediaan anggaran. "Saya minta warga ikut mendoakan agar tahun depan kita bisa meningkatkan pembangunan," tambahnya.
Grengseng menilai, pendekatan komunikasi langsung dengan warga atau head to head menjadi cara paling efektif dalam menyampaikan kondisi riil pemerintah daerah.
Baca Juga: Isi Jeda Kompetisi, Pemain PSIM Jogja Donny Warmerdam Pilih Berlibur ke Lombok
Menurutnya, warga justru lebih bisa menerima keterbatasan yang ada ketika penjelasan disampaikan secara langsung oleh kepala daerah. "Kalau disampaikan langsung, warga bisa menerima. Mereka paham kondisi sebenarnya," jelasnya.
Sebaliknya, dia menilai, informasi yang disampaikan secara berjenjang atau berantai berpotensi mengalami distorsi saat sampai ke tingkat bawah. "Kalau hanya diceritakan berantai sampai ke desa, kadang suaranya sudah berbeda," imbuhnya.
Grengseng menegaskan, sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan, terutama di tengah keterbatasan anggaran. "Kami ingin warga memahami kondisi yang ada, sekaligus tetap bersama-sama membangun Kabupaten Magelang ke depan," tegasnya. (aya)
Menurutnya, warga justru lebih bisa menerima keterbatasan yang ada ketika penjelasan disampaikan secara langsung oleh kepala daerah. "Kalau disampaikan langsung, warga bisa menerima. Mereka paham kondisi sebenarnya," jelasnya.
Sebaliknya, dia menilai, informasi yang disampaikan secara berjenjang atau berantai berpotensi mengalami distorsi saat sampai ke tingkat bawah. "Kalau hanya diceritakan berantai sampai ke desa, kadang suaranya sudah berbeda," imbuhnya.
Grengseng menegaskan, sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan, terutama di tengah keterbatasan anggaran. "Kami ingin warga memahami kondisi yang ada, sekaligus tetap bersama-sama membangun Kabupaten Magelang ke depan," tegasnya. (aya)