Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Satu Rampak Barisan Wujudkan Mimpi dari Desa, Tekad Prajurit TNI Ubah Wajah Perbatasan Wilayah Kebumen-Banjarnegara

Muhammad Hafied • Sabtu, 14 Maret 2026 | 05:05 WIB

Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majelistyawan Prihantono bersama Bupati Kebumen Lilis Nuryani menuangkan material pembagunan jalan cor sebagai tanda dimulainya TMMD Reguler Ke 127 Tahun 2026.
Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majelistyawan Prihantono bersama Bupati Kebumen Lilis Nuryani menuangkan material pembagunan jalan cor sebagai tanda dimulainya TMMD Reguler Ke 127 Tahun 2026.

 

 

 

Kabut tipis menggelantung di barisan bukit Desa Somagede, Kecamatan Sempor, Kebumen. Pagi itu langkah prajurit TNI mulai membelah kesunyian desa. Di daerah yang dikenal sulit dijangkau itu, suara alat berat berpacu dengan  benturan cangkul yang menghantam tanah.

Kehadiran TNI kini membawa harapan baru bagi masyarakat yang selama ini hidup di wilayah perbatasan antara Kebumen dan Banjarnegara.

Bagi prajurit TNI, bertugas di wilayah terpencil bukan sekadar menjalankan amanah negara. Lebih dari itu, TNI ingin hadir untuk memastikan pembangunan fisik maupun nonfisik merata.

TNI hadir dengan tekad kuat membantu peran pemerintah untuk mewujudkan pembangunan dimulai dari tingkat desa. Mimpi ini direalisasikan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin menegaskan, desa merupakan fondasi kemajuan bangsa. Baginya, TMMD menjadi cara TNI hadir langsung menyentuh denyut nadi masyarakat paling bawah.

Dia melihat potensi besar di setiap jengkal tanah Desa Somagede harus dioptimalkan dan membawa manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. "TMMD merupakan program terpadu yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat," ucapnya.

Dia ingin, TMMD menjadi titik awal bagi masyarakat Desa Somagede untuk berakselerasi. Pembangunan yang telah dilakukan menjadi modal dasar bagi warga untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.

Pangdam mengingatkan, prajurit TNI perlu terus meneguhkan tekad dan komitmen pengabdian kepada masyarakat melalui kerja nyata di lapangan. "Melalui kolaborasi ini, pembangunan di wilayah pedesaan dapat dipercepat, terutama di daerah yang membutuhkan perhatian lebih," tegas Pangdam IV/Diponegoro.

-              TNI Sahabat Disabilitas

Sinyal-sinyal semangat baru terpancar dari raut muka 12 penyandang disabilitas saat pelaksanaan TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen. Mereka merasa terbantu dengan bergulirnya program bantuan kaki palsu dari TNI.

Selain menjadi awal harapan baru, bantuan kaki palsu yang diberikan juga membawa semangat baru agar mereka dapat kembali beraktivitas secara normal. "Salut buat TNI. Saya ikut bangga, karena masih banyak disabilitas butuh alat bantu," ungkap Ketua Sahabat Disabilitas Kebumen (SDK) Teguh Kuatno.

Merujuk Satu Data Kebumen, jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Kebumen pada tahun 2025 sebanyak 2.704 jiwa atau 0,18 persen dari jumlah penduduk. Dari jumlah keseluruhan, 439 jiwa di antaranya tercatat sebagai penyandang disabilitas fisik. Fakta di lapangan, mayoritas penyandang disabitas masih merasakan minimnya bantuan alat bantu seperti kaki palsu.

Kondisi ini yang kemudian menggerakkan Kodim 0709/Kebumen hadir memberikan solusi. Selain pemberian kaki palsu, TNI juga memfasilitasi operasi terhadap empat pasien bibir sumbing kategori warga kurang mampu.

"Bagi mereka, kaki palsu bukan sekadar alat, tetapi ada secercah harapan baru," ujar Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majelistyawan Prihantono.

TMMD, lanjut dandim, diharapkan menjadi jembatan pengabdian TNI yang tidak hanya fokus membangun infrastruktur, tetapi juga membangun harapan dan masa depan masyarakat. Doa terbesar dandim dari bantuan kaki palsu dan operasi bibir sumbing yang diberikan dapat memompa semangat agar disabilitas mampu hidup lebih mandiri.

 

-              Rajut Kebersamaan Lewat Kuali Merah Putih

 

Aroma opor ayam yang menggugah selera mengepul dari Kuali Merah Putih. Sore itu, Sabtu (21/2) rangkaian program TMMD di Desa Somagede, Kecamatan Sempor sengaja menyediakan masak dalam porsi besar. Jumlahnya tak tanggung-tanggung, yaitu seribu porsi untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Program ini sontak mengundang perhatian masyarakat. Terlebih lagi selama masak porsi besar tersebut dipandu langsung Youtuber kuliner ternama, Bobon Santoso.

Dia hadir ke Kebumen untuk memberikan senyum baru bagi warga melalui kegiatan masak besar. "Ini pertama kali datang ke Kebumen. Mudah-mudahan besok kami bisa ke sini lagi," kata Bobon.

Tak jarang masyarakat rela hadir ke lokasi hanya untuk berswafoto bersama Bobon. Rintik gerimis yang sempat jatuh dibawah langit Desa Somagede juga tak menyurutkan warga untuk bisa mencicipi opor Kuali Merah Putih.

Sejak pagi, prajurit TNI tampak sibuk menyiapkan berbagai kebutuhan untuk memastikan hidangan opor dapat dinikmati bersama untuk menu berbuka puasa. Di bawah tenda, sebagian warga dan prajurit TNI berbaur. Mereka saling membantu untuk menyiapkan bumbu dan memotong daging.

Suasana terasa begitu akrab. Tampak tak ada sekat antara TNI dan Rakyat. Tawa dan canda sesekali terdengar ketika proses masak dimulai. Semangat semakin membara ketika Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo hadir di tengah kegiatan. Dengan didampingi istri, Danrem turut membantu proses masak opor dengan wadah kuali raksasa tersebut.

Menurutnya, aksi sosial dengan tajuk kuliner ini menjadi simbol kepedulian TNI kepada masyarakat. "Kami hadir membantu menyiapkan seribu porsi untuk buka puasa bersama," jelas Brigjen TNI Bambang Sujarwo.

 

Sinergi Menjadi Kunci Pemerataan Pembangunan

Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyambut bangga melihat hasil pembangunan melalui progran TMMD. Ia melihat betapa aksesibilitas menjadi kunci utama kesejahteraan warga Desa Somagede.

Baginya, TMMD merupakan bukti konkret sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. "Jalan yang dibangun ini akan memudahkan mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta membuka akses layanan kesehatan," ujarnya.

Kepala Desa Somagede Samsi mengungkapkan rasa bangganya atas perhatian pemerintah dan TNI. Dia juga mengajak warga untuk menjaga hasil dari kerja keras TNI selama progran TMMD. Tak hanya soal infrasruktur, Samsi juga mengapresiasi peran TNI dalam memperbaiki sarana tempat ibadah. Dia juga menyambut baik sisi keamanan desa yang diperkuat dengan pembangunan Pos Kamling. "Program ini membawa semangat baru bagi warga," tuturnya.

-              Pastikan Setiap Rupiah Tepat Sasaran

Keberhasilan TMMD di Desa Somagede mendapat perhatian serius dari tingkat pusat. Ketua Tim Wasev Mabes TNI AD, Brigjen TNI Andiek Prasetyo Awibowo ikut turun langsung meninjau lokasi. Kedatanganya ke lokasi TMMD untuk memastikan setiap rupiah dan tenaga yang dikeluarkan benar-benar tepat sasaran. "Apresiasi pelaksanaan TMMD di Desa Somagede yang berjalan baik," tegasnya di sela kunjungan.

Dia mengingatkan, seluruh program pembangunan fisik dan non fisik harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Kunjungannya ke lokasi TMMD ini dilakukan untuk mengecek kualitas pembangunan berjalan sesuai spesifkasi.

Dia pun terkesan dengan semangat warga yang terlibat aktif dalam setiap proses pembangunan. Sinergi lintas sektor ini menunjukkan masyarakat Desa Somagede menanti kemajuan desa.

"Harapannya seluruh pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta terus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat," ucap Brigjen TNI Andiek.

Seperti diketahui, program TMMD ini dibiayai melalui berbagai skema anggaran senilai Rp 1,07 miliar. Rinciannya, dari APBD Provinsi sebesar Rp 200 juta dan APBD Kabupaten senilai Rp 384 juta. Selain itu, APBD Desa totalnya Rp 150 juta dan Anggarah TNI Rp 338 juta. Adapun personel yang terlibat sebanyak 240 orang.

Dalam program TMMD ini, Kodim 0709/Kebumen fokus sasaran fisik dan non fisik. Yakni, berupa pekerjaan betonisasi jalan desa sepanjang 1,5 kilometer. Tak hanya itu sejumlah pekerjaan juga menyasar program unggulan KASAD.

Berupa TNI Manunggal 5 titik, pos kamling 1 unit dan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 10 unit dan rehab tempat ibadah dua titik. Selain itu, pembangunan MCK lima unit. Sebagai bentuk kepedulian lingkungan, prajurit TNI juga kompak menanam 1.000 bibit pohon.

 

Sedangkan sasaran nonfisik diwujudkan melalui penyuluhan, pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program nonfisik ini dilaksanakan atas bekerjasama dengan instansi terkait. (*/fid)

Editor : Heru Pratomo
#TNI #banjarnegara #kebumen #Lilis Nuryani #Pangdam IV/Diponegoro #Kodim 0709/Kebumen #bobon santoso #wilayah perbatasan #Brigjen TNI Bambang Sujarwo #TMMD #Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono #Mayjen TNI Achiruddin #Danrem 072/Pamungkas