Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wujud Toleransi, Klenteng Liong Hok Bio Magelang Bagikan Seribu Porsi Lontong Cap Go Meh untuk Buka Puasa

Naila Nihayah • Selasa, 3 Maret 2026 | 19:29 WIB

Umat Tri Dharma mengikuti sembahyang pembuka, diikuti kegiatan seremoni dan mencicipi hidangan di TITD Liong Hok Bio Magelang, Selasa sore (3/3).
Umat Tri Dharma mengikuti sembahyang pembuka, diikuti kegiatan seremoni dan mencicipi hidangan di TITD Liong Hok Bio Magelang, Selasa sore (3/3).

 


MAGELANG - Perayaan Cap Go Meh tahun baru Imlek 2577/2026 di Kota Magelang berlangsung dengan nuansa berbeda. Puncak rangkaian Imlek yang biasanya meriah dengan kirab budaya dan pesta kembang api tahun ini digelar lebih sederhana.

Itu sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah Ramadan.

Di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Liong Hok Bio, perayaan difokuskan pada kegiatan internal berupa sembahyang bersama dan pentas seni, tanpa menggelar kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian di ruang publik.

Baca Juga: Keributan Antarkelompok Remaja terjadi di Jalan Imogiri Barat, Dua Pelajar Alami Luka, Delapan Pelajar Diamankan Sudah Dikembalikan

Wakil Ketua Harian TITD Liong Hok Bio Magelang Gunawan menjelaskan, Cap Go Meh merupakan hari ke-15 dalam penanggalan Imlek sekaligus penutup seluruh rangkaian perayaan Tahun Baru Cina. Biasanya, panitia mengadakan kirab budaya sebagai tradisi turun-temurun.

"Tapi tahun ini tidak kami gelar karena bertepatan dengan Ramadan, kami ingin menghargai saudara-saudara Muslim," ujarnya, Selasa (3/3).

Keputusan tersebut juga diikuti dengan peniadaan pesta kembang api yang identik dengan perayaan Imlek. Meski demikian, esensi perayaan tetap dipertahankan melalui ritual keagamaan dan kegiatan budaya di lingkungan klenteng.

Baca Juga: Masjid Pajimatan Imogiri, Jejak Syiar Islam Sultan Agung di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram di Kabupaten Bantul

Rangkaian acara diawali dengan sembahyang bersama pada pukul 17.00, dipimpin oleh pandita Lim Bi Hong. Setelah itu, dilanjutkan dengan pentas seni yang menampilkan tarian, lagu, dan barongsai. Namun, pertunjukan barongsai bergantung pada kondisi cuaca.

"Kalau tidak hujan, biasanya ada atraksi barongsai di tonggak. Tapi ini karena hujan, jadi menyesuaikan," kata Gunawan.

Perayaan kemudian ditutup dengan sembahyang penutupan yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian Imlek tahun ini. Meski dikemas sederhana, unsur tradisi tetap dihadirkan, terutama melalui sajian khas Cap Go Meh yang sarat makna simbolis.

Baca Juga: RJ Gagal Enggan Ambil Opsi 'Plea Bargaining', Mahasiswa Untidar Siap Buktikan Kebenaran di Persidangan

Lontong Cap Go Meh, misalnya, disiapkan sebagai lambang kerukunan dan kebersamaan. Selain itu, terdapat bakmi goreng yang melambangkan umur panjang dan rezeki berkelanjutan, serta galantin sebagai simbol kemakmuran.

Dia menyebut, sebanyak 1.000 porsi makanan disiapkan dalam perayaan tersebut. Tidak hanya untuk internal, panitia juga merencanakan pembagian 1.000 porsi lontong kepada masyarakat umum pada 9 Maret 2026 mendatang, bertepatan dengan momen buka puasa.

Baca Juga: Mudik Gratis Pertamina 2026 Resmi Dibuka Hari Ini! Daftar Sekarang di mudikpertamina2026.com, Kuota Terbatas ke 15+ Kota Jawa

"Kami ingin berbagi dengan masyarakat sekitar, sekaligus mempererat kebersamaan di bulan Ramadan," terangnya.

Pembagian akan dilakukan secara tertib dengan sistem antrean, seperti kegiatan serupa sebelumnya, untuk menghindari kerumunan. "Intinya memang lebih sederhana, tapi nuansa Cap Go Meh tetap terasa," bebernya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#TITD Liong Hok Bio #Magelang #lontong cap go meh #Klenteng #buka puasa #Imlek #sembahyang #Cap Go Meh