KEBUMEN - Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 158 miliar untuk peningkatan kualitas jalan nasional dari Kebumen hingga Purworejo.
Proyek infasruktur berskala besar ini mencakup penanganan jalan sepanjang 17,10 kilometer, membetang dari wilayah perbatasan Jogja hingga perbatasan Banyumas.
Konsultan Pengawas Pekerjaan Jalan Nasional Kebumen-Puworejo Miftahul Huda menjelaskan, kontrak pembangunan jalan tersebut bersifat multi years atau tahun jamak. Artinya tidak dapat diselesaikan dengan waktu singkat.
Baca Juga: Sebanyak 21 Perusahaan yang Jadi Objek Aduan THR di Sleman Akan Dikumpulkan oleh Disnaker
Di samping itu proses pengerjaannya juga dilakukan dengan memperhatikan kondisi kerusakan jalan. "Progres sekarang belum ada 20 persen. Proyeksi selesai secara keseluruhan tahun 2027," jelasya kepada Radar Jogja, Selasa (24/2).
Dia mengatakan, secara keseluruhan paket pekerjaan jalan ini terbagi menjadi beberapa segmen. Tepatnya khusus di wilayah Purworejo dan Kebumen. Nantinya jalan nasional tersebut akan menggunakan konstruksi rigit beton dengan lebar 11 meter.
Paket pekerjaan juga mencakup bangunan pelengkap seperti drainase, rambu lalu lintas dan marka jalan. "Pekerjaan ada banyak segmen. Di Prembun ini masuk segmen tujuh," ucapnya.
Baca Juga: Buntut Tewasnya Remaja 14 Tahun di Maluku, Pagar Polda DIY Roboh, Tembok Penuh Coretan
Huda menyebut, total penanganan jalan di Puworejo dimulai dari Bayan hingga Krendetan. Sedangkan di Kebumen pekerjaan mulai dari wilayah Prembun hingga Gombong. "Di ujung timur dari Krendetan (Purworejo) sampai Gombong (Kebumen)," sambungnya.
Seperti diketahui, proyek tersebut merupakan kewenangan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Jawa Tegah-DIY. Adapun nilai kontrak yang ditetapkan diambil dari sumber anggaran APBN. Waktu pelaksanaan proyek tersebut bakal berlangsung selama 540 hari kalender dengan tenggat waktu pemeliharaan 365 hari kalender.
Dalam papan informasi proyek, paket pekerjaan jalan ini dilaksanakan perusahaan konstruksi asal Kebumen, PT Karya Adi Kencana (KAK). Sedangkan konsultan supervisi diambil PT Gita Cipta Siagayasa (KSO) PT Seecons.
Warga Desa Tunggalroso, Kecamatan Prembun, Asyari, 28, mengaku bersyukur dengan adanya proyek pekerjaan jalan nasional dari Gombong hingga ujung timur Purworejo.
Dia mengungkapkan, selama ini ruas jalan nasional khususnya di wilayah perbatasan Kebumen bagian timur telah lama mengalami kerusakan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kecelakaan, terlebih ketika musim hujan tiba.
"Warga sini menunggu lama, kapan mau diperabaiki. Sekarang senang sudah terealisasi," ucapnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo