MUNGKID - Pemerintah Jepang menyalurkan bantuan hibah senilai hampir Rp 1 miliar untuk perbaikan dan penambahan ruang kelas di Pondok Pesantren Pabelan, Kabupaten Magelang.
Bantuan ini ditujukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, layak, dan higienis bagi para santri. Sekaligus memperkuat ketahanan manusia melalui jalur pendidikan.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Hibah Akar Rumput (Grassroots Grant Assistance for Human Security) Pemerintah Jepang.
Direktur Bagian Politik Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Tanaka Motoyasu menjelaskan, program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Terutama kelompok rentan dan kurang mampu, melalui pemenuhan kebutuhan mendasar.
"Bantuan disalurkan melalui organisasi masyarakat, termasuk pondok pesantren, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin," ujar Tanaka usai tinjauan gedung, Selasa (3/2).
Kedutaan Besar Jepang menerima proposal dari Pondok Pesantren Pabelan terkait kebutuhan perbaikan gedung lama dan penambahan ruang kelas baru.
Setelah melalui proses komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, proyek tersebut akhirnya dapat direalisasikan. Nilai hibah yang dikucurkan Pemerintah Jepang untuk proyek ini mencapai sekitar Rp 1 miliar.
Pembina Yayasan Wakaf Pondok Pabelan, Jamhari Makruf menyambut positif bantuan tersebut. Dia menilai, program hibah Jepang sejalan dengan konsep human security atau keamanan manusia, yang tidak hanya dimaknai sebagai keamanan fisik, tetapi juga upaya jangka panjang mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan.
"Keamanan manusia itu termasuk memberi kesempatan sekolah yang lebih baik, supaya masyarakat punya masa depan yang lebih baik. Itu juga bagian dari keamanan," kata Jamhari.
Gedung Ahmad yang menjadi sasaran utama renovasi dibangun pada 1976 dan belum pernah diperbaiki secara menyeluruh. Kondisi bangunan dinilai sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan jika terus digunakan sebagai ruang kelas.
"Atap, genteng, dan struktur lainnya sudah membahayakan. Bangunan yang aman itu kebutuhan mutlak," lontarnya.
Awalnya, pihak yayasan hanya berencana melakukan renovasi sebagian. Namun, hasil survei teknis dari tim Kedutaan Besar Jepang menunjukkan bangunan perlu diperbaiki secara menyeluruh.
"Insinyur dari Jepang menyarankan perbaikan total. Jadi walaupun temboknya masih ada, atap dan struktur lainnya hampir semuanya diganti. Ada tujuh ruangan yang diperbaiki," jelasnya.
Ketua Yayasan Wakaf Pondok Pabelan, Ahmad Najib Amin Hamam menambahkan proyek ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dasar di wilayah sekitar Pondok Pesantren Pabelan melalui penyediaan fasilitas belajar yang lebih aman dan sehat.
Dia merinci, kegiatan proyek meliputi penguatan dan perbaikan gedung SMP satu lantai yang terdiri dari delapan ruangan berbahan kayu dan bata, serta penambahan satu ruang kelas baru seluas 56 meter persegi. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo