Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Personel Satpol PP Kebumen Tewas di Tangan ODGJ, Leher Terluka Parah Terkena Sabetan Senjata Tajam saat Proses Evakuasi

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 2 Februari 2026 | 21:14 WIB
DUKA MENDALAM: Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kebumen turut menyaksikan pemulasaran jenazah Mochamad Faik, 33, personel Satpol PP yang meninggal saat mengevakuasi ODGJ.
DUKA MENDALAM: Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kebumen turut menyaksikan pemulasaran jenazah Mochamad Faik, 33, personel Satpol PP yang meninggal saat mengevakuasi ODGJ.

KEBUMEN - Seorang personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebumen meregang nyawa saat bertugas melakukan pengamanan terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Senin (2/2) sore. Korban bernama Mochamad Faik, 33, warga Kelurahan Kebumen, Kecamatan Kebumen.


Korban dilaporkan meninggal setelah menjadi sasaran amukan ODGJ. Aksi ini dilakukan ODGJ saat proses evakuasi berlangsung. Nyawa korban tak tertolong usai terkena sabetan senjata tajam pada bagian leher. "Kejadian pas proses evakuasi. Yang bersangkutan memang bawa senjata tajam," ungkap Kepala Satpol PP Kebumen Ira Puspitasari saat ditemui Radar Jogja.


Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 14.30 di Desa Krakal, Kecamata Alian. Bermula ketika korban bersama personel lain berupaya mengevakuasi seorang ODGJ yang dinilai membahayakan. ODGJ itu diketahui membawa senjata tajam berupa celurit, parang, dan linggis. "Tentu kami berduka, karena rekan kami gugur dalam bertugas," lanjut Ira.


Sebelum proses evakuasi, tim terpadu dari unsur Satpol PP, TNI, Polri dan puskesmas sempat melakukan koordinasi. Tujuannya untuk menghindari ancaman bahaya, baik untuk ODGJ sendiri maupun petugas di lapangan. Tim pun bergerak dengan ekstra hati-hati.


Dalam proses evakuasi ini tim gabungan sempat kesulitan karena posisi ODGJ berada di dalam rumah dengan keadaan terkunci. Upaya persuasif pun dilakukan agar ODGJ bersedia dievakuasi. Namun upaya itu tak berhasil. Tim yang kewalahan kemudian memutuskan untuk mendobrak pintu.


Tak disangka, setelah pintu berhasil terbuka ODGJ itu justru melakukan perlawanan kepada petugas. Dia tiba-tiba mengejar petugas sambil menyabetkan senjata tajam. Aksi itu mengenai leher korban sampai terluka parah. Korban yang tergeletak akibat sabetan senjata tajam kemudian dilarikan ke RSDS Kebumen untuk mendapat perawatan. Namun nahas nyawa korban tak tertolong.


Hingga pukul 18.00, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kebumen terlihat berada di RSDS Kebumen. Tampak, di antaranya, sekda Kebumen, asisten sekda, kepala Dinkes PPKB, dan kepala BKPSDM. Mereka datang untuk memastikan korban mendapat penanganan serius. "Lukanya cukup parah ya. Terinfo pendarahan besar, apalagi perjalanan jauh dari Krakal," ucanya.


Ketua RW 05, Kelurahan Kebumen Budiharto mengatakan, kabar kepergian korban sore itu mengejutkan warga. Dia mengungkapkan rencananya korban akan dimakamkan setelah seluruh proses pemulasaran jenazah di RSDS Kebumen selesai.


Dikatakan, korban merupakan sosok yang mudah bergaul dengan masyarakat. Korban juga aktif dalam beberapa kegiatan sosial di lingkungan. "Kami kaget begitu dikabari Mas Faik meninggal dunia. Dia itu tidak neko-neko orangnya," terangnya. (fid/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Sabetan #ODGJ #Satpol PP #RSDS Kebumen #meninggal