KEBUMEN - Jembatan Kalibening di Kecamatan Karanggayam nyaris putus akibat longsor. Kondisi tersebut membuat akses warga terganggu karena hanya diberlakukan satu jalur.
Bako Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen Heri Purwoto menyampaikan, tergerusnya struktur bangunan jembatan diawali adanya keretakan pada dua hari lalu. Namun semakin hari kondisinya kian parah hingga pada bagian sayap jembatan ambruk akibat pergerakan tanah.
Hal ini tak luput dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir. "Sayap jembatan runtuh dan struktur jalan rusak berat" kata Heri kepada Radar Jogja, Selasa (11/11).
Heri menjelaskan, saat ini tim telah melakukan asesmen di titik lokasi. Hasilnya pada bagian ujung atau sayap jembatan dengan tinggi empat meter longsor. Hanya menyisakan separuh bagian lantai jembatan. Tim juga telah melakukan penanganan darurat dan pemasangan rambu peringatan di sekitar jembatan.
Lebih lanjut, berdasar hasil asesmen tim BPBD diketahui struktur bangunan yang labil serta adanya saluran air di sekitar jembatan menjadi faktor utama penyebab terjadinya longsor.
Air yang meresap cepat di bawah konstruksi jembatan memicu pergeseran tanah di sisi sayap jembatan. "Masih waspada karena potensi longsor susulan masih ada," ucapnya.
Heri mengimbau agar masyarakat tetap waspada jika melintasi jembatan yang berada di Dukuh Lewihpari, Desa Wonotirto, Kecamatan Karanggayam tersebut. Adapun sementara kendaraan berat tidak diperkenankan melalui jembatan tersebut guna antisipasi longsor susulan.
"Kami imbau masyarakat yang melintas jembatan pada malam hari untuk berhati-hati," katanya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo