Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Suasana Kota Magelang Kondusif Pascakericuhan, Dua Polisi Luka dan Fasilitas Rusak 

Naila Nihayah • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 08:19 WIB
LENGANG: Suasana di depan Mako Polres Magelang Kota usai demonstrasi, Jumat malam (29/8).
LENGANG: Suasana di depan Mako Polres Magelang Kota usai demonstrasi, Jumat malam (29/8).

 

MAGELANG – Demonstrasi yang berlangsung di depan Markas Polres Magelang Kota berakhir ricuh, Jumat (29/8) malam. Ratusan massa aksi yang sebelumnya memadati kawasan Alun-Alun Kota Magelang akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 22.30, setelah sempat terlibat ketegangan dengan aparat.

 

Berdasarkan pantauan hingga pukul 23.00, situasi di kawasan alun-alun berangsur pulih. Meski begitu, suasana pascademo masih menyisakan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum dan properti milik Polres Magelang Kota.

Aparat TNI-Polri terlihat melakukan penyisiran di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada lagi  massa yang masih bergerombol.

Kapolres Magelang Kota AKBP Anita Indah Setyaningrum menegaskan, kondisi keamanan saat ini sudah terkendali.

"Kegiatan unjuk rasa dimulai pukul 15.30 hingga 22.30. Kami diperkuat personel BKO dari Polresta Magelang, Polres Purworejo, Polres Temanggung, Kodim 0705/Magelang, Yon Armed, dan Brimob, total sekitar 567 personel," jelasnya. 

 

Anita menyebut, hingga kini tidak ada korban jiwa dalam kericuhan tersebut. Namun, dua anggota kepolisian mengalami luka di bagian kaki akibat terkena besi dan sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Tidar. 

Saat ditanya soal jumlah peserta aksi yang diamankan, kata dia, cukup banyak. "Peserta aksi yang diamankan cukup banyak, masih dalam pemeriksaan dan pendalaman," lontarnya.

 

Untuk mengantisipasi kericuhan susulan, aparat TNI-Polri melaksanakan patroli skala besar di beberapa titik kota. Dia pum mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan meminta orang tua supaya menjaga anaknya agar tidak ikut terlibat unjuk rasa.

 

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang langsung mengerahkan petugas kebersihan untuk menormalisasi kawasan alun-alun. Sampah berserakan dan pot bunga yang dirusak massa mulai dibersihkan.

"Karena keadaan kotor, kita berusaha bersih-bersih," kata Sekretaris Daerah Kota Magelang Hamzah Kholifi.

 

Hamzah turut prihatin melihat kerusakan akibat aksi tersebut. DLH akan mendata fasilitas yang rusak sebelum dilakukan perbaikan. "Jumlah pot bunga yang rusak belum diketahui. Nanti kepala DLH yang akan mengecek dan menghitung," imbuh dia. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#pasca #AKBP Anita Indah Setyaningrum #polres magelang kota #alun - alun #Kota Magelang #DLH #kericuhan