PURWOREJO - Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) menyediakan layanan kurban dalam bentuk siap saji berupa daging rendang. Terobosan ini dilakukan karena dianggap lebih efektif dan efisien, tanpa menghilangkan niat ibadah kurban.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Daerah Purworejo Sunardi mengatakan, pengolahan dan pengelolaan daging kurban dalam bentuk kemasan merupakan inovasi Muhammadiyah yang sudah berlangsung empat tahun terakhir.
Dari tahun ke tahun program ini disambut antusias warga persyarikatan Muhammadiyah maupun masyarakat luar. “Terbuka bagi siapa saja. Hitungannya per kaleng Rp 50 ribu,” ucap Sunardi di gedung PDM Purworejo, Selasa (3/6).
Dikatakan, beribadah kurban dalam bentuk siap saji tidak menyalahi syariat agama. Hal ini dipertegas melalui fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 37 Tahun 2019.
Dalam fatwa tersebut intinya tidak mempersoalkan tata cara pengolahan dan pendistribusian daging kurban dalam bentuk olahan. “Dijamin, karena dipastikan halal dan ada label SNI. Pemotong hewan juga bersertifikat,” ungkap Sunardi.
Sunardi menyatakan, inovasi daging kurban olahan hadir untuk menjawab berbagai kebutuhan. Selain praktis rendang siap saji tersebut juga dapat menjadi solusi dalam situasi darurat bencana.
Sejauh ini, kata dia, Lazismu Purworejo sudah kerap mengirim bantuan logistik permakanan kepada korban yang tertimpa bencana alam. “Produk rendang ini bisa tahan sampai dua tahun. Sewaktu-waktu kalau dibutuhkan, kami kirim,” jelasnya.
Lazismu tidak akan tebang pilih dalam pendistribusian daging kurban. Komitmen ini menjadi tujuan untuk memperkuat peran dakwah Muhammadiyah dalam berbagai kondisi.
“Pentasarufan sifatnya umum. Kami tidak tanya dari golongan mana. Selagi bisa dan sesuai kriteria, pasti kami bantu,” ujarnya.
Petugas Penghimpun Lazismu Purworejo Wiwit Widi Setiawan mengatakan, tren masyarakat untuk berkurban dengan cara pengolahan daging siap saji terus meningkat.
Terbukti pada musim Idul Adha tahun lalu jumlah dana terhimpun untuk program tersebut mencapai Rp 120 juta. Sedangkan tahun ini sudah melampaui capaian tahun lalu.
“Per hari ini sudah terkumpul dana Rp 133 juta, berarti ada sekitar 2.660 kaleng rendang. Mungkin sampai hari H masih ada tambahan,” katanya.
Wiwit menjelaskan, Lazismu Purworejo menyediakan tiga opsi penghimpunan dalam program kurban daging rendang. Yakni, penyerahan dana melalui BP Lazismu di kompleks kantor PDM Purworejo.
Lalu setor transfer ke rekening tersedia. Selain itu Lazismu juga menyediakan layanan jemput donasi. “Kami punya 31 kantor layanan di setiap kecamatan. Barangkali sibuk, ada petugas khusus yang jemput bola,” kata Wiwit. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo