KEBUMEN - Petani cabai di pesisir selatan Kebumen sedang full senyum. Mereka cukup bergairah merasakan harga cabai stabil. Bahkan harga yang dibanderol sejak sebulan terakhir cenderung naik. Kondisi ini membuat petani lebih bersemangat meningkatkan kualitas hasil produksi cabai.
Salah satu petani Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Paryanto, 40, mengungkapkan, saat ini harga cabai di pasaran terbilang cukup menguntungkan bagi petani. Di mana harga per kilogram berkisar antara Rp 35 ribu-Rp 38 ribu.
Harga tersebut diprediksi akan terus naik jelang perayaan Idul Adha 1446 Hijriyah/2025. "Harga sekarang sudah bisa balik modal. Istilahnya tinggal cari untung," katanya, Kamis (29/5).
Paryanto mengatakan, pasokan komoditas cabai dipastikan aman hingga satu bulan ke depan. Hal ini mengingat sebagian petani cabai di wilayah pesisir selatan Kebumen mulai memasuki musim panen raya.
"Sampai habis lebaran haji cabai masih aman. Kalau pun harga naik, tidak banyak," ujarnya.
Saat ini, lanjut Paryanto, dirinya sedang menikmati hasil panen raya cabai jenis kriting merah. Dia menanam sebanyak 1.200 pohon cabai yang menghasilkan 40 kilogram cabai setiap kali petik.
"Ini sudah petikan ketujuh. Begitu siap panen, langsung dipetik," jelasnya.
Petani lain, Indah Yuliastuti, 36, mengatakan, sepekan jelang perayaan Idul Adha terpantau belum ada fluktuasi harga yang signifikan. Dia optimis kondisi harga cabai akan tetap stabil meski telah melewati perayaan kurban.
"Asal tidak sering hujan, hasilnya bagus. Harga per hari ini masuk buat petani," ucapnya.
Menurut Indah, harga cabai saat ini sejalan dengan harapan petani. Selain bertepatan panen raya, harga yang dibanderol juga tidak merugikan bagi petani. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo