KEBUMEN - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kebumen diminta persiapan sejak dini untuk menyambut musim libur Lebaran. Hal ini ditegaskan anggota Komisi C DPRD Kebumen Erni Widi Astuti, Rabu (26/2).
Erni yang duduk di komisi bidang keuangan dan pendapatan daerah itu meminta dinas melakukan persiapan destinasi wisata secara optimal. Tak hanya dari sisi sarana dan prasarana, aspek keamanan dan kenyamanan sebagai penunjang aktivitas wisata juga perlu diperhatikan. "Masih ada waktu. Pastinya kan ada lonjakan wisatawan. Itu yang menjadi perhatian," kata Erni.
Ia menyatakan, dinas terkait tidak boleh ketinggalan momentum masa libur Lebaran untuk mengejar target pendapatan daerah. Selama masa libur Lebaran tersebut dinas diminta dapat mengambil peluang dari sisi pendapatan. "Habis Lebaran otomatis ada pergerakan masyarakat ke tempat wisata. Ini peluang dinas," lanjutnya.
Erni memprediksi, jumlah kunjungan wisata di Kebumen pasca-Lebaran mendatang meningkat derastis. Di lihat dari berbagai aspek, destinasi wisata di Kebumen saat ini juga tidak kalah saing dengan daerah lain. Kemudahan atau aksesibilitas menuju lokasi wisata ini menjadi nilai tambah terhadap geliat wisata di Kebumen. "Bandara Jogja sekarang sudah dekat. Jalan nasional juga sudah gampang. Tinggal bagaimana menangkap peluang itu," ucap Erni.
Lebih lanjut, seiring era teknologi saat ini ia juga mendorong adanya sistem digitalisasi di lokasi wisata. Inovasi ini dianggap penting, selain mencegah kebocoran PAD, juga menjawab kemudahan masyarakat modern. "Sekarang sudah serba cashless. Tidak ada salahnya adopsi itu di tempat wisata," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pokdarwis Kebumen Taufiq Hidayat sepakat bahwa persiapan menyambut libur Lebaran perlu dilakukan jauh hari. Pengelola wisata perlu memastikan peningkatan kualitas dan kapasitas inftastruktur, termasuk akomodasi serta fasilitas pendukung lain.
Selain itu, beberapa yang perlu diperhatikan selama persiapan libur Lebaran adalah fokus terhadap peningkatan pelayanan untuk memberikan kesan positif kepada wisatawan. Kemudian, pentingnya promosi wisata karena menjadi bagian integral aktivitas wisata yang tak terpisahkan. "Contoh kecil, harga jajanan di wisata harus diselaraskan. Jangan sampai bom harga supaya wisatawan tidak kapok datang lagi," bebernya. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita