KEBUMEN - Perayaan Cap Go Meh sebagai pungkasan tahun baru Imlek di Kelenteng Kong Hwie Kiong pada Rabu (13/2) malam berlangsung meriah. Sajian lontong sayur sebanyak 3.000 porsi yang disediakan panitia imlek habis dalam waktu tidak kurang dari satu jam.
Sejak pukul 20.00 warga tampak telah memadati halaman kelenteng. Mereka rela berdesakan demi mencicipi hidangan khas imlek. Warga juga antusias menyaksikan hiburan barongsai dan kembang api.
Selain masyarakat, sejumlah pejabat serta tokoh masyarakat turut hadir dalam perayaan Cap Go Meh tersebut. Kegiatan ini juga mendapat perhatian personel TNI-Polri guna menjamin keamanan selama rangkaian acara berlangsung.
"Tidak menyangka, ramai minta ampun. Kami sediakan lontong langsung habis," ucap Pengurus Kelenteng Kong Hwie Kiong Henki Halim.
Henki mengatakan, perayaan Cap Go Meh bukan hanya gelar festival tahunan, tapai sebagai ruang pelestarian tradisi budaya. Esensi lain diharapkan dapat menjadi wadah mempererat tali persatuan serta simbol toleransi dan harmoni keberagaman di Kebumen. "Lontong memang salah satu menu hidangan khas imlek. Di daerah lain saya kira tidak jauh beda," ucapnya.
Dia bersyukur, rangkaian imlek hingga Cap Go Meh setiap tahun selalu mendapat antusiasme masyarakat. Perayaan ini juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha mikro karena dapat menjajakan produk mereka kepada masyarakat luas.
"Semoga membawa kebahagiaan. Di tahun Naga Kayu ini kami berdoa semoga warga Kebumen lancar dan sukses," ungkap Henki.
Pejabat Kemenag Kebumen Makruf Widodo mengatakan, perayaan Cap Go Meh yang disambut antusias banyak kalangan menjadi bukti kerukunan antar umat beragama. Dia menegaskan masyarakat Kebumen memiliki sikap saling menghormati meski berbeda latar belakang kepercayaan.
Sejauh ini perbedaan bukan menjadi penghalang bagi masyarakat untuk berbaur dan hidup berdampingan. Hal inilah yang menurutnya menjadi investasi kekayaan tersendiri di Kebumen.
"Selama ini masyarakat damai. Perbedaan tidak untuk menjadi jarak saling menjauhkan. Tapi malah menjadi kekuatan," ujarnya. (fid/pra)