Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada, 19 Desa di Tujuh Kecamatan di Kabupaten Purworejo Rawan Terkena Banjir

Jihan Aron Vahera • Rabu, 6 November 2024 | 04:40 WIB

 

RAWAN LONGSOR : sebagaian aspal dan pondasi jalan jalur alternatif penghubung desa margoyoso,salaman,magelang dan mayungsari,bener,purworejo longsor setelah tergerus air hujan,rabu(28/9)
RAWAN LONGSOR : sebagaian aspal dan pondasi jalan jalur alternatif penghubung desa margoyoso,salaman,magelang dan mayungsari,bener,purworejo longsor setelah tergerus air hujan,rabu(28/9)

 

 

 

PURWOREJO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo bersiap untuk menghadapi musim penghujan. Yaitu, dengan melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Plt. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Purworejo Dede Yeni Iswantini menyampaikan, untuk menghadapi musim penghujan, BPBD Purworejo terus memperkuat kesiapsiagaan. "Pada Rabu (23/10) lalu, kami telah melaksanakan rakor persiapan menghadapi bencana hidrometeorologi di wilayah di Kabupaten Purworejo," ujarnya saat ditemui Radar Jogja Selasa (5/11).

Dikatakan, rakor tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 16 kecamatan, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Progo Bogowonto Luk Ulo, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Yeni mengungkapkan, dalam rakor setiap kecamatan menyampaikan berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan. Setidaknya, ada 19 desa di tujuh kecamatan yang memiliki permasalahan dan berpotensi terjadi banjir.

Adapun 19 desa itu antara lain Desa Bapangsari Kecamatan Bagelen, Desa Purwosari, Karangsari, Kebonsari, Banjarsari, Bubutan, dan Sidoharjo Kecamatan Purwodadi, Desa Wingko Sanggrahan dan Secang Kecamatan Ngombol, Desa Prapaglor Kecamatan Piturun, Desa Butuh dan Kedungsri Kecamatan Butuh, Desa Wirun, Tepus Kulon, dan Tunggorono Kecamatan Kutoarjo, serta Desa Krandegan dan Pogungjurutengah Kecamatan Bayan.

Disebutkan, permasalahan yang terjadi bermacam-macam seperti ada pembangunan parapet yang terputus sepanjang 400 meter, tanggul menyempit, tebing yang terancam karena tergerus air, dan sebagainya. "Menindaklanjuti permasalahan itu kami pada 28-29 Oktober lalu sudah melakukan peninjauan ke lokasi-lokasi tersebut," terangnya.

BPBD Purworejo juga telah melakukan sejumlah upaya untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut. Upaya lain, untuk menghadapi musim penghujan yaitu mempersiapkan tim reaksi cepat (TRC) dan berkoordinasi dengan relawan. Untuk logistik semua juga aman mulai dari bahan pangan, bronjong, dan sebagainya. "Perahu polyethylene sudah dipinjam pakaikan di sepuluh desa yang berpotensi banjir, mesin senso juga sudah ada di 16 kecamatan," jelas dia.

 

Terkait imbauan, lanjut Yeni, BPBD Purworejo telah membuat surat edaran yang ditujukan kepada camat di Kabupaten Purworejo. Menurut keterangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), secara umum musim hujan di 2024/2025 di wilayah Jawa Tengah diperkirakan terjadi di Oktober 2024. Dengan perkiraan puncak musim hujan terjadi di November 2024 dengan durasi musim hujan antara 22-24 dasarian.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem seperti petir, angin kencang, hingga puting beliung. Selain itu, juga mewaspadai hujan lebat yang berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan tanah bergerak. "Masyarakat harus waspada adanya rekahan tanah yang bisa mengakibatkan tanah longsor," pesannya. Lalu, tidak membuang sisa penebangan pohon bambu, pisang, dan sampah ke sungai.

Juga memetakan wilayah rawan banjir, longsor, serta jalur evakuasi maupun tempat pengungsian. Serta, mengaktifkan kembali ronda/posko penanganan bencana baik di tingkat desa maupun kecamatan. "Terpenting, harus selalu aktif mengikuti perkembangan informasi prakiraan cuaca dari BMKG," tegas dia. (han/pra)

Editor : Heru Pratomo
#rakor #Rawan Banjir #Hidrometeorologi #hadapi bencana #BPBD #desa #kecamatan