Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wali Kota Dorong Anak Muda Kembangkan Bisnis Disporapar Kota Magelang Gelar Pelatihan Bertajuk Bos Muda

Naila Nihayah • Kamis, 4 Juli 2024 | 00:45 WIB

TULARKAN ILMU: Pengusaha kopi arabika asal Kaliangkrik Rinto saat berbagai tips dan pengalamannya kepada pengusaha muda lain di Pendopo Pengabdian, (3/7).NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
TULARKAN ILMU: Pengusaha kopi arabika asal Kaliangkrik Rinto saat berbagai tips dan pengalamannya kepada pengusaha muda lain di Pendopo Pengabdian, (3/7).NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
 

RADAR JOGJA - Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz meminta anak muda di wilayahnya untuk mengembangkan bisnis. Tujuannya agar mereka memiliki pendapatan serta berkesempatan membuka peluang pekerjaan baru bagi masyarakat di sekitarnya.


Aziz mengutarakan, untuk mencapai predikat atau gelar bos di dunia wirausaha memang tidak mudah. Butuh perjuangan dan upaya keras dengan tantangan beragam yang harus siap dihadapi.


Menurutnya, untuk menjadi seorang pengusaha setidaknya mengantongi tiga jalur. Yakni talenta atau bakat, belajar, dan perpaduanantara keduanya. "Kalau sudah bakat dari lahir, arahnya akan menjadi pengusaha. Atau bisa dicapai dengan belajar dan perpaduan keduanya," ujarnya di Pendopo Pengabdian, Rabu (3/7).


Aziz yang juga pemilik rumah sakit swasta itu berbagi pengalaman dan tips berwirausaha. Dia banyak bercerita kisahnya saat memulai usaha di bidang kedokteran. Dari jatuh bangun membuka klinik sampai akhirnya bisa mendirikan empat rumah sakit.


Dia menyebut, seorang pengusaha harus siap menghadapi segala tantangan. Pengalamannya mendirikan beberapa klinik dari awal lancar sampai akhirnya tutup sudah dialami. Sampai akhirnya memberanikan diri mendirikan rumah sakit dan berhasil sampai sekarang, punya empat unit.


Menurutnya, untuk menjadi pengusaha harus memiliki guru yang selalu mendampingi. Dia sampai sekarang memiliki guru sebagai pembimbingnya dalam berwirausaha di bidang kesehatan.

Termasuk saat menempuh pendidikan doktoral. Guru itu penting sebagai tempat kita sharing, curhat, dan menemukan solusi dalam berwirausaha. “Selain itu, jadi pengusaha juga harus berani gagal, jatuh bangun, jujur, dan disiplin serta dermawan," tuturnya.


Untuk itu, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang menggelar pelatihan bertajuk Bos Muda atau bisnis orientasi sukses pemuda Magelang. Kegiatan tersebut diikuti oleh 73 peserta yang mayoritas hendak merintis bisnis. Agar mereka memiliki bekal sebagai pengusaha muda.


Pengusaha Kopi Arabika Kaliangkrik Magelang Rinto turut membagikan pengalamannya sebagai pengusaha muda. Bahkan, dia sukses menggerakkan masyarakat Kaliangkrik untuk berwirausaha di bidang pertanian kopi.


Rinto yang pernah tidak naik kelas saat SD ini memulai usahanya sejak 2012 lalu. Di awal usaha, dia mengaku kesulitan untuk mengubah pola pikir masyarakat dari kebiasaan menanam tembakau ke komoditas baru, yakni kopi.

Masyarakat setempat, kata dia, sempat tidak tertarik untuk berbisnis kopi. Itu menjadi tantangan tersendiri baginya. Dari zaman simbahnya, masyarakat setempat sudah tertanam di benaknya untuk menanam tembakau. “Padahal, tembakau tidak menentu hasilnya," akunya.


Upayanya pun berbuah manis ketika kopi Kaliangkrik ini makin dikenal luas masyarakat. Baik lokal maupun nasional. Bahkan, pada 2021, tempatnya berusaha dikunjungi oleh Menparekraf Sandiaga Uno.


Rinto juga membagikan tips untuk memulai usaha dan tips agar usaha makin berkembang. Di awal, dia menekankan agar tertanam dalam diri konsep yang positif dan menyadari bahwa setiap pribadi itu unik.


Selain itu, tertanam jiwa wirausaha yang terus memproduksi kecerdasan majemuk dan tantangan untuk hidup. Menurutnya, kunci wirausaha adalah mencoba minimal sekali, konsisten dengan upaya itu, menikmati proses, dan berani mengambil risiko.


"Dalam mengembangkan wirausaha perlu melalui media sosial, komitmen, percaya diri, dan tindak lanjut. Agar mimpimu tercapai, maka miliki tujuan yang jelas, dorongan yang kuat, tahu caranya, dan disiplin," paparnya.


Kepala Disporapar Kota Magelang Sarwo Imam Santosa menuturkan, program Bos Muda ini bertujuan mengurangi pengangguran di kalangan pemuda dan menekan angka kemiskinan di Kota Magelang.


Meskipun secara data, tingkat pengangguran terbuka (TPT) dan kemiskinan di Kota Magelang terus menurun tiap tahunnya, namun upaya untuk terus menekannya terus dilakukan. Program ini akan berlangsung selama satu tahun dari Juli 2024 sampai Juli 2025.

Diawali pembukaan dan pelatihan perdana ini, lalu pelatihan lanjutan, pembuatan proposal, dan magang. “Hingga nanti pendirian usaha," ungkapnya. (aya/din)

Editor : Satria Pradika
#Disporapar #bisnis #wirausaha #Bos Muda #Kota Magelang