Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

TPID Gerakkan PDAU Purworejo Hadir di Purworejo Expo 2024

Jihan Aron Vahera • Senin, 4 Maret 2024 | 13:50 WIB
ANTUSIAS :Warga mengantre untuk membeli beras SPHP di Purworejo Expo 2024, Minggu (3/3).ISTIMEWA
ANTUSIAS :Warga mengantre untuk membeli beras SPHP di Purworejo Expo 2024, Minggu (3/3).ISTIMEWA


RADAR JOGJA - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Purworejo gerakkan Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Purworejo hadir di event Purworejo Expo 2024. Yakni, dengan menyediakan 5 ton beras SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan) selama expo.


Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Sekretariat Daerah (Setda) Purworejo Anggit Wahyu Nugroho menyebut, kegiatan tersebut merupakan bentuk aksi TPID Kabupaten Purworejo. "Kami gerakkan BUMD PDAU dengan menghadirkan Toko Pangan Kita Angudi Mulyo di area expo," jelasnya kepada Radar Jogja, Minggu (3/3).


Toko Pangan Kita Angudi Mulyo tersebut menyediakan 5 ton beras SPHP selama expo berlangsung yakni dari 1-5 Maret 2024 mendatang. "Harganya Rp 10.900 per kilogram (kg). Kami batasi per hari 1 ton," sebutnya.


Rupanya, peminatnya banyak karena harga beras di pasaran masih tinggi di harga Rp 16 ribu bahkan Rp 17 ribu per kg. Sedangkan, beras SPHP per kg hanya Rp 10.900. "Sampai hari kemarin ya habis 2 ton beras. Dua jam, 1 ton beras habis," ungkap dia.


Masyarakat tampak antusias mengantre untuk membeli beras SPHP tersebut. Bahkan, sebelum expo dibuka. "Beras SPHP lagi jadi primadona. Sudah pada mruput datang ke expo untuk mengantre beli beras SHPH," kata Anggit.


Toko Pangan Kita Angudi Mulyo menjadi salah satu upaya dari TPID Kabupaten Purworejo untuk menekan inflasi daerah. Selama ini, PDAU Purworejo bekerja sama dengan BUMN Bulog membuka toko tersebut di Pasar Baledono tepatnya di kios 34A sebagai pengendali beras SPHP di pasar.Itu bertujuan agar masyarakat tahu harga eceran tertinggi (HET) resmi beras SPHP. Sebab, ada indikasi dijual di atas HET Bulog. "Bulog ada 20-an gerai di beberapa pasar daerah untuk SPHP. Sebagai pengendalian, pembelian menggunakan KTP dengan dibatasi dua sak per KTP," beber dia.


Selain itu, ada pula program Toko Pangan Kita Angudi Mulyo Moro Ndeso. Yakni, langsung ke desa-desa untuk bazar pangan dengan kuota 1 ton per penyelenggaraan di desa. "Sementara ini yang sudah di Kecamatan Kaligesing, Loano, Banyuurip, Grabag, dan Bayan yang sudah. Nanti, akan bergerak ke kecamatan-kecamatan lainnya," imbuh Anggit.


Salah satu warga Salami, 40, mengaku, sangat antusias saat mendengar dari temannya bahwa di expo ada beras SPHP. Menurutnya, beras tersebut sangat membantu masyarakat khususnya berekonomi rendah. "Tadi saya sengaja ke expo pagi, mau lihat stand beras SPHP. Alhamdulillah masih kebagian. Belinya pakai KTP, per KTP dua sak, 5 kilogram-an," tandasnya. (han/din)

Editor : Satria Pradika
#PDAU Purworejo